TAIPAN

Gennady Timchenko, Penguasa Gas Rusia yang Dihukum AS Berharta Rp433 T

Putri Kartika Utami | CNN Indonesia
Minggu, 04 Okt 2026 17:35 WIB
Co-owner of Novatek company Gennady Timchenko attends a meeting with Russian President and other representatives of the French and Russian business communities at the Novo-Ogaryovo state residence outside Moscow on January 31, 2018. (Photo by MAXIM S
Hijrah ke Eropa hingga Hantaman Sanksi AS Cs (Foto: AFP/Maxim Shemetov)

Setahun usai lulus, Timchenko mulai bekerja sebagai insinyur di Izhorsky Plant, dekat Saint Petersburg, yang bergerak dalam produksi generator energi.

Setelah memperoleh pengalaman teknis, Timchenko beralih ke divisi perdagangan perusahaan. Langkah tersebut menjadi awal keterlibatannya dalam aktivitas bisnis dan perdagangan.

Pada 1982-1988, Timchenko bekerja sebagai insinyur senior di Kementerian Perdagangan Luar Negeri Uni Soviet. Posisi ini semakin memperkaya pengalamannya tentang sistem perdagangan dan ekonomi internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu pada akhir 1980-an, ketika ekonomi Uni Soviet mulai diliberalisasi, Timchenko diangkat menjadi wakil direktur utama Kirishineftekhimexport, perusahaan ekspor minyak milik negara yang terkait dengan kilang minyak Kirishi. Posisi tersebut menempatkan Timchenko di pusat kegiatan ekspor minyak Uni Soviet.

Kemudian setelah Uni Soviet bubar pada 1991, Timchenko 'hijrah' ke luar negeri dan bergabung dengan Urals Finland Oy, perusahaan berbasis di Finlandia yang bergerak dalam ekspor minyak Rusia ke Eropa. Perusahaan itu kemudian berganti nama menjadi International Petroleum Products Oy (IPP).

Di sana, Timchenko awalnya menjabat wakil CEO sebelum akhirnya menjadi CEO. Pada periode tersebut, ia memperoleh kewarganegaraan Finlandia, yang semakin memperkuat kiprahnya di dunia bisnis internasional.

Pada 1997, Timchenko mendirikan Gunvor Group bersama pengusaha Swedia Torbjörn Törnqvist. Gunvor kemudian berkembang pesat menjadi salah satu perusahaan perdagangan komoditas independen terbesar di dunia, terutama dalam perdagangan minyak.

Di bawah kepemimpinan Timchenko, Gunvor memperluas bisnis ke berbagai negara dan memainkan peran penting dalam perdagangan energi Rusia.

Pada 2007, Timchenko mendirikan Volga Group untuk mengonsolidasikan berbagai investasinya dalam satu kelompok usaha. Volga Group berinvestasi di sejumlah sektor, termasuk energi, infrastruktur, jasa keuangan, dan industri konsumen. Aset pentingnya adalah saham di Novatek dan Sibur Holding.

Melalui Volga Group, Timchenko memiliki pengaruh kuat di sektor energi dan industri Rusia.

Kedekatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin membuat Timchenko menjadi sasaran sanksi internasional dari AS dan Negara Barat, setelah sejumlah peristiwa geopolitik besar terjadi.

Pada 2014, setelah Rusia mencaplok Krimea. AS murka dan menghukum sektor energi Rusia. Washington memasukkan Timchenko ke dalam daftar individu yang dikenai sanksi.

Sehari sebelum AS menjatuhkan sanksi terhadap dirinya, Timchenko menjual kepemilikannya di Gunvor kepada Torbjörn Törnqvist.

Langkah tersebut banyak dipandang sebagai respons strategis terhadap ancaman sanksi yang akan diberlakukan AS terhadapnya.

Pasalnya, sanksi itu membuat aset Timchenko yang berada di bawah yurisdiksi AS diblokir. Washington juga melarang orang maupun perusahaan AS melakukan transaksi dengannya. Tekanan itu juga merembet ke jaringan bisnisnya, termasuk perusahaan yang dimiliki atau dikendalikan Timchenko.

Sanksi AS kemudian diikuti para sekutu. Timchenko juga masuk daftar individu Rusia yang dikenai sanksi oleh Inggris, Uni Eropa, dan Kanada. Sanksinya antara lain berupa pembekuan aset dan pembatasan perjalanan.

Kebijakan tersebut berdampak signifikan terhadap aktivitas bisnis internasionalnya.

Di luar dunia bisnis, Timchenko aktif dalam pengelolaan olahraga. Ia pernah menjabat ketua dewan Kontinental Hockey League (KHL), serta presiden klub hoki es SKA Saint Petersburg.

Timchenko juga mendukung berbagai program pengembangan olahraga, terutama hoki es dan catur, melalui dukungan finansial di Rusia maupun internasional.

Timchenko menikah dengan Elena Timchenko dan memiliki tiga anak, termasuk Xenia Frank dan Sergey Timchenko.

Sepanjang hidupnya, ia pernah memegang kewarganegaraan Rusia, Finlandia, dan Armenia, yang mencerminkan perjalanan hidup dan aktivitas bisnisnya yang lintas negara.

[Gambas:Youtube]

(pta)

HALAMAN:
1 2