Kiprah BRILink Agen Ria Irawan Topang Roda Ekonomi Petani Pelangiran

BRI | CNN Indonesia
Senin, 05 Okt 2026 16:52 WIB
Foto: Arsip BRI
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan hingga ke pelosok negeri.

Kehadiran layanan BRILink Agen terbukti menjadi ujung tombak inklusi keuangan masyarakat di daerah perairan terpencil, salah satunya di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Peluang untuk mendekatkan layanan tersebut ditangkap Ria Irawan. Berbekal modal awal Rp19 juta dari tabungan pribadi, Ria memulai profesi sebagai BRILink Agen pada 2019 di tengah aktivitasnya sebagai tenaga honorer di Puskesmas Pelangiran.

Ria menceritakan bahwa keputusannya memulai usaha tersebut tidak terlepas dari kondisi geografis Pelangiran. Sebagai wilayah perairan, masyarakat setempat banyak mengandalkan transportasi sungai dan laut menggunakan speedboat untuk menunjang mobilitas sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat akses menuju layanan perbankan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, bahkan warga harus mengeluarkan ongkos perjalanan pergi-pulang hingga sekitar Rp100 ribu hanya untuk bertransaksi di bank.

"Kondisi itu membuat aktivitas keuangan masyarakat menjadi terbatas dan pada akhirnya turut menghambat kegiatan ekonomi mereka. Dari sana saya berpikir, kalau layanan perbankan bisa hadir lebih dekat, tentu akan sangat membantu masyarakat di sini," ujar Ria.

Ria menceritakan bahwa perjalanan di awal usaha tidak mudah. Demi memenangkan kepercayaan masyarakat di tengah persaingan usaha, Ria menciptakan inovasi layanan jemput bola berupa sistem door-to-door.

Dia bercerita, kala itu, ia secara rutin membagikan jadwal layanan door-to-door kepada masyarakat melalui Facebook dan WhatsApp. Dalam sehari, Ria melakukan tiga kali perjalanan, yakni pada pukul 10.00 WIB, 14.00 WIB, dan 17.00 WIB.

Dengan mengendarai sepeda motor sambil membawa mesin EDC MPOS BRILink, ia mendatangi rumah warga hingga tempat usaha dalam radius sekitar tiga kilometer untuk melayani kebutuhan transaksi mereka.

Inovasi tersebut berbuah manis. Melihat perkembangan usaha serta dampak sosial yang nyata, Ria mengambil keputusan berani untuk memfokuskan seluruh energinya menjadi BRILink Agen dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Pelangiran.

"Terhitung, saat ini kita biasanya melayani rata-rata 70 hingga 80 transaksi per hari, transaksi yang sering dilakukan masyarakat mulai dari jasa transfer, pembayaran belanja daring (BRIVA), hingga pencarian tunai dalam jumlah besar," ucapnya.

Kehadiran BRILink Agen Ria juga perlahan mendorong pergeseran dari praktik rentenir di wilayahnya menuju pemanfaatan layanan keuangan formal.

Masyarakat yang sebelumnya mengandalkan praktik tersebut mulai memanfaatkan BRILink Agen Ria untuk bertransaksi sekaligus mengenal produk simpanan dan pembiayaan BRI.

Di balik perkembangan BRILink Agen yang dikelolanya, Ria menyebut dukungan teknologi serta pendampingan berkelanjutan dari BRI turut membantunya menjaga kualitas layanan kepada masyarakat. Dukungan tersebut terutama dirasakan ketika Ria menghadapi berbagai kebutuhan operasional di lapangan.

"Peran Mantri BRI di lapangan sangat kami rasakan, istilahnya gercep atau cepat tanggap. Ketika ada kendala jaringan internet di desa maupun kebutuhan uang tunai secara mendadak, Mantri BRI selalu siap membantu dan memberikan pendampingan," ungkapnya.

Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan memasuki Oktober yang menjadi momentum Bulan Inklusi Keuangan, BRI terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan akses layanan keuangan yang semakin luas, mudah, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Dalam konteks tersebut, BRILink Agen memiliki peran strategis sebagai perpanjangan layanan BRI yang hadir semakin dekat dengan masyarakat hingga ke tingkat desa dan berbagai wilayah yang relatif jauh dari kantor bank. Kehadiran BRILink Agen tidak hanya memperluas jangkauan layanan keuangan formal, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi di tingkat lokal dan membuka peluang pemberdayaan masyarakat," ujar Dhanny.

"Dengan demikian, semangat Bulan Inklusi Keuangan tidak berhenti pada perluasan akses, tetapi diarahkan untuk menciptakan manfaat ekonomi yang semakin nyata, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat," pungkas Dhanny.

(inh)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK