Profil 2 Calon Anggota BPK yang Diloloskan Komisi XI DPR

CNN Indonesia
Selasa, 06 Okt 2026 08:25 WIB
Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Agung Firman Sampurna mengatakan terdapat 8.961 tenaga kesehatan (nakes) yang menerima kelebihan dana insentif dari pemerintah pusat.
Profil dua calon Anggota BPK 2026-2031 yang diloloskan Komisi XI. Selanjutnya, nama kedua kandidat akan dibawa dan ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPR RI. (Foto: CNN Indonesia/Fiqih Rusdy Zulkarnain)
Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi XI DPR RI menetapkan dua calon Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) periode 2026-2031. Kedua kandidat adalah Nyoman Adhi Suryadnyana dan Khaidir Abdurrahman.

Selanjutnya, nama Nyoman Adhi dan Khaidir akan dibawa dan ditetapkan dalam Rapat Paripurna DPR RI.

Seperti apa profil 2 calon anggota BPK yang diloloskan Komisi XI DPR RI tersebut?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nyoman Adhi bukan orang baru di BPK. Kini, Nyoman menjabat Anggota I BPK RI sejak April 2022. Sebelumnya, ia adalah Anggota VI BPK RI sejak November 2021.

Sebelum ke BPK, ia merupakan pegawai Kementerian Keuangan, khususnya Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Nyomman menjabat Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Sulbagsel (2019), Kepala Kantor KPPBC TMP C Manado (2017), dan Kepala Kantor KPPBC TMP C Ternate (2016).

Ia menempuh pendidikan D3 di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Jakarta, dan lulus pada 1997. Setelah itu, Nyoman melanjutkan pendidikan S1 Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) dan lulus pada 2000.

Ia mengambil jenjang S2 Ekonomi di Fakultas Ekonomi UI yang diselesaikannya pada 2005, dan menempuh S2 Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Muslim Indonesia dan lulus pada 2023.

Calon anggota BPK lainnya adalah Khaidir Abdurrahman. Ia pernah menjabat Direktur Hubungan Kelembagaan di Asabri.

Khaidir tercatat pernah menjadi anggota DPRK Aceh Utara pada 2009-2014, dan anggota DPR RI Komisi IX pada 2014-2019.

Pria kelahiran Aceh tersebut merupakan Magister Administrasi Publik Universitas Malikussaleh tahun 2019, dan Sarjana Ilmu Politik di Universitas Malikussaleh pada 2016.

[Gambas:Youtube]

(pta)