Harga minyak mentah dunia turun tipis pada Selasa (6/10) seiring dengan masih kuatnya ekspor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah dan kebijakan pelepasan cadangan darurat oleh negara G7.
Meski demikian, eskalasi serangan kelompok Houthi ke sejumlah fasilitas di Arab Saudi membuat para pelaku pasar tetap mewaspadai risiko gangguan pasokan dari kawasan Teluk.
Harga minyak mentah Brent berjangka turun 4 sen menjadi US$100,28 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 11 sen atau 0,1 persen menjadi US$89,33 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Analis KCM Trade Tim Waterer menjelaskan pergerakan harga minyak relatif terbatas setelah penurunan pada hari sebelumnya lantaran pasar masih mencerna meredanya tekanan dari sisi pasokan.
Lihat Juga : |
"Kenaikan angka ekspor Arab Saudi dan keputusan G7 untuk melepaskan cadangan strategis membantu menahan harga untuk saat ini, meskipun Brent masih bertahan di sekitar level 100 dolar AS," ujar Tim.
Data pengiriman menunjukkan volume ekspor minyak mentah dari Timur Tengah sempat melampaui level sebelum perang selama empat hari berturut-turut pada pekan terakhir September
Kondisi pasokan kian longgar setelah negara-negara G7 menyepakati pelepasan 100 juta barel diesel dan minyak mentah dari cadangan darurat.
Negara-negara G7 juga berkomitmen tidak memberlakukan pembatasan ekspor energi usai mendapat dorongan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Namun, bayangan risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang.
Kelompok Houthi di Yaman yang mendapat dukungan Iran mengklaim telah melancarkan serangan yang menyasar sejumlah objek vital di Arab Saudi.
Objek vital itu di antaranya Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, kilang milik Aramco di Rabigh, dan Bandara Abha. Saat ini, belum ada konfirmasi langsung dari pihak Arab Saudi.
Tim Waterer menilai tanpa adanya terobosan diplomasi yang konkret antara AS dan Iran, batas bawah harga minyak dunia diperkirakan akan tetap tertahan cukup kuat di level tinggi.
(dhz/pta)