Rosan Buka Suara soal Nasib Kementeriannya Usai Ada Kemenko Hilirisasi
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani buka suara mengenai nasib kementeriannya usai Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi dibentuk.
Rosan mengatakan akan mengikuti apa yang kelak menjadi arahan bagi dirinya.
"Kita tunggu arahan saja," ujarnya ketika ditemui di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (6/10).
Rosan menekankan hal terpenting di sini adalah memastikan koordinasi antar kementerian tetap terjaga baik. Ia turut menegaskan BKPM tidak akan dihilangkan.
"Yang penting kita koordinasi selalu baik. Iya (BKPM tetap ada)," ujar CEO Danantara Indonesia tersebut.
Sejauh ini belum ada kejelasan terkait dengan kementerian/lembaga mana yang akan berada di bawah Kemenko Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
Kemenko baru tersebut dipimpin oleh Bahlil Lahadalia. Ketua Umum Partai Golkar itu kini merangkap dua jabatan. Selain sebagai menteri koordinator, ia juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Bahlil mengaku belum mengetahui kementerian dan lembaga mana saja yang akan berada di bawah koordinasinya. Ia menyebut masih harus mengecek Peraturan Presiden (Perpres) yang ada terlebih dahulu.
"Kalau menko di bawah mana saja, nanti saya cek di perpres ya," ujar Bahlil dalam konferensi pers di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis (1/10).
Adapun pembentukan kementerian koordinator ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024-2029.