Rupiah Unjuk Gigi ke Rp17.889 per Dolar AS Selasa Sore

CNN Indonesia
Selasa, 06 Okt 2026 16:20 WIB
Mata uang dolar AS dan Rupiah di valas Ayu Masagung, Jakarta, Selasa 24 Desember 2024. Nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp16.184 per dolar AS di perdagangan pasar spot pada Selasa (24/12) pagi. Mata uang Garuda naik 12 poin atau plus 0,07 persen.
Nilai tukar rupiah menguat 0,1 persen ke Rp17.889 per dolar AS pada perdagangan Selasa (6/10) sore. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.889 per dolar AS pada perdagangan Selasa (6/10) sore. Mata uang Garuda menguat 18 poin atau 0,10 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan terapresiasi 0,10 persen, dolar Singapura menguat 0,05 persen, dan ringgit Malaysia naik 0,01 persen.

Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya melemah. Peso Filipina turun 0,22 persen, yen Jepang melemah 0,17 persen, dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen, dan yuan China turun 0,02 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun mata uang utama negara maju bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Euro Eropa menguat 0,12 persen, poundsterling Inggris naik 0,11 persen, dan dolar Australia terapresiasi 0,07 persen.

Di sisi lain, franc Swiss melemah 0,20 persen dan dolar Kanada turun 0,06 persen.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah ditutup menguat tipis terhadap dolar AS seiring koreksi indeks dolar AS dan imbal hasil (yield) US Treasury.

"Rupiah ditutup menguat tipis terhadap dolar AS, didukung oleh koreksi pada indeks dolar AS dan yield Treasury menjelang risalah pertemuan FOMC (FOMC minutes) besok, di mana investor mengantisipasi nada dovish The Fed menyusul serangkaian data ekonomi AS yang lebih lemah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Dari dalam negeri, lanjut Lukman, investor masih cenderung bersikap wait and see menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting Indonesia pada pekan ini.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr)