Rupiah Bangkit Tipis ke Rp17.887 per Dolar AS Rabu Sore
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.887 per dolar AS pada perdagangan Rabu (7/10). Mata uang Garuda menguat 12 poin atau 0,07 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Sejumlah mata uang menguat, yakni yuan China 0,02 persen, peso Filipina 0,02 persen, yen Jepang 0,1 persen, dan won Korea Selatan 0,06 persen.
Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya melemah. Ringgit Malaysia terdepresiasi 0,05 persen dan dolar Singapura melemah 0,15 persen. Adapun dolar Hong Kong bergerak datar.
Di sisi lain, mata uang negara-negara maju kompak melemah terhadap dolar AS.
Euro Eropa turun 0,57 persen, poundsterling Inggris melemah 0,28 persen, dolar Australia terkoreksi 0,17 persen, dolar Kanada melemah 0,17 persen, dan franc Swiss turun 0,18 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah menguat tipis karena investor cenderung bersikap wait and see menjelang rilis risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada malam ini.
"Rupiah ditutup menguat tipis terhadap dolar AS, dengan investor cenderung wait and see menantikan risalah pertemuan FOMC malam ini," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Ia mengatakan data cadangan devisa (cadev) Indonesia yang menunjukkan penurunan tipis, namun masih lebih baik dari perkiraan, turut menopang pergerakan rupiah.
"Data cadev yang menunjukkan sedikit penurunan, namun lebih baik dari perkiraan, mendukung rupiah," katanya.
(lau/sfr)