Pabrik KT&G di Pasuruan Beroperasi Penuh, Dongkrak Kapasitas Produksi

KT&G | CNN Indonesia
Kamis, 08 Okt 2026 14:01 WIB
KT&G
Foto: KT&G
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan global asal Korea Selatan, KT&G, resmi mengoperasikan penuh pabrik keduanya di Pasuruan, Jawa Timur. Beroperasinya fasilitas baru ini memperkuat posisi Indonesia sebagai basis manufaktur terbesar KT&G di luar Korea Selatan.

Pabrik tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi KT&G untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan ekspor. Dengan tambahan lini produksi baru, total kapasitas produksi KT&G di Indonesia kini mencapai hingga 35 miliar batang rokok per tahun.

Fasilitas produksi itu dibangun di atas lahan seluas 190 ribu meter persegi dan dilengkapi sembilan lini produksi. Pabrik tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus mendukung produksi yang ditujukan untuk pasar global.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengoperasian penuh pabrik di Pasuruan juga menjadi bagian dari komitmen investasi jangka panjang KT&G di Indonesia. Perusahaan melihat keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya dari sisi peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga sebagai upaya membangun hubungan yang lebih erat dengan pemerintah dan masyarakat di wilayah operasional.

KT&GPresiden KT&G Bang Kyung-man. (Foto: Arsip KT&G)

Presiden KT&G Bang Kyung-man mengatakan perusahaan berkomitmen untuk menciptakan lapangan kerja sekaligus mendorong transfer teknologi di wilayah Pasuruan.

"KT&G akan menciptakan lapangan kerja dan mentransfer teknologi di wilayah ini. Kami ingin menjadi tetangga yang baik yang tumbuh bersama Pasuruan," kata Bang Kyung-man.

Menurut dia, produk yang diproduksi di Pasuruan kini telah menjangkau lebih dari 90 negara. Dengan perkembangan tersebut, Pasuruan tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga hub ekstraksi bagi bisnis KT&G secara global.

"Sekarang, produk yang dibuat di Pasuruan sudah menjangkau lebih dari 90 negara di dunia, melampaui Asia. Pasuruan menjadi pusat produksi utama dan hub ekstraksi bagi KT&G Global, dan akan berkembang bersama pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujarnya.

Investasi tersebut juga mendapat sambutan positif dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sebab, kehadiran pabrik ini dinilai berpotensi memberikan dampak terhadap perekonomian daerah, khususnya melalui pembukaan lapangan kerja serta peluang pengembangan kompetensi tenaga kerja lokal.

Untuk itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono berharap keberadaan fasilitas produksi KT&G dapat memberikan kesempatan bagi putra-putri Pasuruan dan wilayah sekitarnya untuk bekerja sekaligus memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru.

"Pilihan pabrik ini di Pasuruan setidaknya akan memiliki dampak yang positif secara ekonomi untuk masyarakat dan pemerintah kompeten Pasuruan. Kami berharap bahwa tenaga kerja pun bisa memberikan kesempatan kepada putra-putri terbaik dari Pasuruan dan sekitarnya," kata Adhy.

Dia juga berharap keberadaan KT&G dapat mendorong alih pengetahuan dan teknologi sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Pasuruan dan Jawa Timur.

Di sisi lain, investasi KT&G turut memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan. Pengoperasian pabrik baru dinilai menjadi salah satu contoh kepercayaan perusahaan Korea terhadap potensi Indonesia sebagai basis manufaktur dan ekspor.

Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon-goo mengatakan peresmian pabrik tersebut bukan sekadar perluasan fasilitas produksi, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.

"Perlu saya sampaikan bahwa peresmian pabrik baru hari ini bukan sekadar perluasan fasilitas produksi, tetapi juga tonggak penting dalam kerja sama ekonomi di mana Korea dan Indonesia sama-sama berkembang," ujar Yoon Soon-goo.

Menurutnya, investasi KT&G juga menunjukkan kepercayaan perusahaan Korea terhadap potensi Indonesia untuk membangun kerja sama ekonomi dalam jangka panjang.

Pabrik KT&G di Pasuruan. (Foto: KT&G)

Memanfaatkan posisi geografis Indonesia yang strategis, fasilitas KT&G di Pasuruan kini menjadi salah satu basis ekspor perusahaan ke lebih dari 90 negara. Pasar tersebut mencakup kawasan Asia Pasifik, Taiwan, Mongolia, Nigeria, hingga India.

Dalam rangka memperkuat kapasitas produksi, KT&G telah menginvestasikan sekitar US$650 juta atau setara Rp8,1 triliun untuk pembangunan Pabrik 2 dan Pabrik 3. Nilai tersebut dihitung berdasarkan nilai tukar pada akhir Agustus.

Dari sisi ketenagakerjaan, sekitar 1.200 karyawan kini bekerja di seluruh fasilitas KT&G di Indonesia yang terdiri dari Pabrik 1, Pabrik 2, dan Pabrik 3. Sekitar 500 di antaranya bekerja di Pabrik 2 dan Pabrik 3 yang merupakan fasilitas baru.

Selain menyerap tenaga kerja secara langsung, keberadaan fasilitas baru tersebut diperkirakan turut menciptakan sekitar 3.500 lapangan kerja tidak langsung. Dengan demikian, ekspansi KT&G di Pasuruan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memperluas kontribusi perusahaan terhadap perekonomian dan ketenagakerjaan di Indonesia.

Bagi Indonesia, keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya membawa peningkatan kapasitas manufaktur, tetapi juga membuka peluang kerja dan transfer teknologi. Sementara bagi KT&G, Pasuruan menjadi pijakan penting untuk memperluas jangkauan produksi dan ekspor global dari Indonesia.

(inh)