Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.873 per Dolar AS Kamis Pagi
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.873 per dolar AS pada perdagangan Kamis (8/10) pagi. Mata uang Garuda menguat 14 poin atau 0,08 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Penguatan rupiah terjadi di tengah seluruh mata uang Asia yang juga menguat terhadap dolar AS. Yuan China naik 0,7 persen, peso Filipina menguat 0,6 persen, dan ringgit Malaysia terapresiasi 0,3 persen.
Lalu, dolar Singapura menguat 0,6 persen, yen Jepang naik 0,16 persen, won Korea Selatan terapresiasi 0,15 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,1 persen.
Penguatan juga terjadi pada seluruh mata uang utama negara maju. Euro Eropa naik 0,10 persen, poundsterling Inggris menguat 0,04 persen, dolar Australia menguat 0,05 persen, dolar Kanada naik 0,01 persen, dan franc Swiss menguat 0,14 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini. Hal tersebut seiring penguatan dolar AS setelah risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan sikap hawkish.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang menguat setelah risalah pertemuan FOMC yang hawkish," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Menurutnya, investor juga masih menantikan rilis data kepercayaan konsumen pada siang hari ini.
Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp17.950 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
(lau/pta)