Dukung Perempuan UMi, PNM Terbitkan Orange Bond dan Sukuk Rp2,59 T

PNM | CNN Indonesia
Kamis, 08 Okt 2026 12:03 WIB
Ilustrasi perempuan pengusaha ultra mikro. (Foto: Arsip PNM)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) (PNM) resmi menerbitkan kembali Orange Bond dan Orange Sukuk pada September 2026 dengan menghimpun dana sebesar Rp2,59 triliun hingga mencatatkan oversubscribed 1,73 kali dari target awal sebesar Rp1,50 triliun, sebagai wujud dukungan terhadap perempuan pengusaha ultra mikro.

PNM menerbitkan dua instrumen sekaligus, yakni Obligasi Berwawasan Sosial Orange dan Sukuk Mudharabah Berwawasan Sosial Orange 2026. Masing-masing hadir dengan tenor 1 dan 3 tahun, serta tingkat kupon 7,05% dan 7,10% per tahun untuk memperluas akses keuangan perempuan prasejahtera.

Orange Bond dan Orange Sukuk adalah instrumen keuangan berwawasan sosial yang selaras dengan Orange bond principles yaitu alokasi modal berperspektif gender, penguatan kapasitas dan keberagaman, serta transparansi.

Hal ini dinilai sejalan dengan core business utama PNM, yaitu program Mekaar yang menyediakan akses pembiayaan langsung kepada perempuan pelaku usaha ultra mikro di setiap pelosok Indonesia.

Direktur Utama PNM, Kindaris mengatakan, Orange Bond menjadi salah satu cara PNM menghadirkan sumber pembiayaan yang sejalan dengan misi pemberdayaan perempuan.

Menurutnya, akses terhadap pembiayaan menjadi semakin berarti ketika diikuti dengan pendampingan yang membuat perempuan mampu mengembangkan usaha secara bertahap.

Aksi penerbitan oleh PNM di tengah dinamika pasar keuangan global sejak awal tahun ini pun mendapat respons positif dari investor.

"Bagi nasabah PNM Mekaar pembiayaan membuka kesempatan untuk mereka mempertahankan usaha, menambah kapasitas, dan perlahan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Karena itu, melalui Orange Bond dan Orange Sukuk, kami ingin memastikan akses pembiayaan tersebut terus dapat diperkuat dan memberikan manfaat nyata bagi perempuan ultra mikro," ujar Kindaris.

Penerbitan tersebut bukan hanya sebagai aksi korporasi untuk memperoleh pendanaan. Ada tujuan sosial yang dibawa, yakni penguatan kapasitas pembiayaan bagi perempuan yang selama ini menjadi bagian penting dari ekosistem usaha ultra mikro.

Model pemberdayaan PNM sendiri menempatkan pembiayaan dan pendampingan sebagai dua hal yang beriringan. Nasabah Mekaar akan mendapatkan akses modal, juga menerima berbagai proses pendampingan yang diarahkan untuk memperkuat kemampuan usaha.

Pendekatan ini penting, karena tantangan kompleks yang dihadapi perempuan pengusaha ultra mikro, mulai soal modal, kemampuan mengelola keuangan, menjaga keberlangsungan usaha, menemukan pasar, hingga membangun kepercayaan diri.

Untuk itu, kehadiran instrumen keuangan berwawasan sosial seperti Orange Bond dan Orange Sukuk terkait langsung dengan upaya memperluas kesempatan ekonomi bagi perempuan. Dana yang dihimpun menjadi bagian dari sumber pembiayaan yang menopang keberlanjutan layanan PNM kepada segmen ultra mikro.

Penerbitan kali ini turut memperlihatkan keberlanjutan komitmen PNM dalam mengembangkan pembiayaan yang membawa dimensi sosial. Sebelumnya, PNM telah memperkenalkan Orange Bond dan Orange Sukuk sebagai instrumen yang menghubungkan kebutuhan pendanaan dengan agenda pemberdayaan perempuan.

"Kami ingin membangun keberlanjutan. Ketika seorang perempuan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usahanya, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh dirinya sendiri. Ada keluarga yang ikut bertumbuh dan ada lingkungan ekonomi di sekitarnya yang ikut bergerak. Inilah dampak yang ingin terus kami hadirkan melalui pemberdayaan," pungkas Kindaris.

Distribusi Orange Bond dan Orange Sukuk dilakukan pada 18 September 2026, dengan pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 21 September 2026.

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK