Mendag Ungkap Biang Kerok Harga Cabai Mahal hingga Tembus Rp70 Ribu

CNN Indonesia
Kamis, 08 Okt 2026 12:50 WIB
Budi mengatakan harga cabai rawit sekitar Rp70 ribuan per kg, lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata nasional yakni Rp57 ribu per kg. (Foto: CNN Indonesia/ Dela Naufalia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkap biang kerok mahalnya harga cabai belakangan ini.

Budi menyatakan faktor kenaikan harga tersebut salah satunya dipengaruhi penurunan produksi akibat faktor cuaca.

"Cabai ini kan salah satu faktornya adalah faktor produksi, termasuk juga faktor musim. Pada musim tertentu, apalagi sekarang ini memang produksinya lagi turun," ujar Budi dalam doorstop, Kamis (8/10).

Ia mengatakan harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp70 ribuan per kg, lebih tinggi dibandingkan harga rata-rata nasional yang berada di sekitar Rp57 ribu per kg.

Menghadapi permasalahan tersebut, Kemendag telah berkomunikasi dengan asosiasi petani cabai untuk mendorong peningkatan produksi.

"Kami sudah berkomunikasi dengan asosiasi petani cabai untuk terus meningkatkan produksinya karena memang cuaca yang membuat produksinya sedikit menurun," kata Budi.

Ia juga menjelaskan pergerakan harga pangan dipengaruhi sejumlah faktor, terutama konsumsi dan produksi. Karena itu, pemerintah terus memantau kondisi pasokan untuk menjaga stabilitas harga.

"Kalau kita lihat, kita sering sampaikan kenapa harga itu bisa naik turun, ada beberapa faktor, salah satunya adalah faktor konsumsi dan faktor produksi," ujarnya.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com Senin lalu (28/10), harga cabai memang mahal. Di Pasar Gudang Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, cabai rawit merah dijual Rp85 ribu per kg, naik dari sebelumnya Rp60 ribu per kg.

Pedagang cabai di Pasar Gudang Tigaraksa, Soleh (46), mengatakan kenaikan harga terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi kemarau yang mengganggu produksi cabai di daerah pemasok.

"Ya karena ini kan kemarau, kayaknya musim tanam juga susah. Kadang tanamannya juga banyak yang mati," kata Soleh.

Ia menyebut sejumlah petani di wilayah Jawa Barat yang menjadi daerah pemasok cabai bahkan mengalami gagal panen.

Kenaikan harga tersebut juga berdampak terhadap penjualan pedagang. Soleh mengaku pendapatannya turun sekitar 30 persen karena konsumen mengurangi jumlah pembelian. Konsumen yang biasanya membeli satu kilogram cabai kini hanya mampu membeli sekitar seperempat hingga setengah kg.

(lil/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK