Danantara soal Dividen Tak Disetor ke APBN: Seharusnya Memang Enggak

CNN Indonesia
Kamis, 08 Okt 2026 14:45 WIB
Danantara Indonesia memberi lampu hijau kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terkait dengan rencana impor Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang. Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mendukung rencana terseb
COO Danantara Indonesia Dony Oskaria buka suara dividen BUMN yang dikelola Danantara tidak disetor ke APBN 2026 maupun 2027. (Foto: CNNIndonesia/Endrapta Ibrahim Pramudhiaz)
Jakarta, CNN Indonesia --

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria buka suara dividen BUMN yang dikelola Danantara tidak disetor ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 maupun 2027.

Menurut dia, langkah tersebut telah dikonfirmasi oleh Menteri Keuangan Suahasil Nazara, dan dari sejak awal memang seharusnya tidak ada rencana penyetoran dividen ke kas negara.

"Ya, kan sudah dikoreksi sama Pak Menteri Keuangan yang baru. Seharusnya memang enggak ada rencana (penyetoran dividen Danantara ke APBN) itu," ujarnya ketika ditemui di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (8/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dony menjelaskan alih-alih disetorkan ke APBN, dividen dari BUMN tersebut akan diputar kembali untuk diinvestasikan.

Untuk mengeksekusi investasi tersebut, pengelolaannya akan ditangani oleh Danantara Asset Management yang dipimpin Dony dan Danantara Investment Management yang dinakhodai Pandu Sjahrir.

Dony mengatakan Danantara dan Kementerian Keuangan sudah memiliki peran masing-masing. Namun, mereka berdua tetaplah bagian dari satu Indonesia.

"Pada dasarnya dua-duanya negara. Kan jadi Danantara itu 100 persen punya negara, bukan punya orang lain. Sama aja gitu," ujarnya.

Kepastian dividen Danantara tak masuk APBN telah diungkap oleh Suahasil. Ia mengatakan dirinya tengah merampungkan pelaksanaan APBN 2026 dan menyesuaikannya dengan APBN 2027. Dalam konteks tersebut, ia menegaskan dividen Danantara belum diperhitungkan dalam penerimaan negara pada kedua tahun anggaran tersebut.

"Saya sedang merampungkan (pelaksanaan APBN) 2026 dan (mempersiapkan APBN) 2027. Jadi, dividen itu tidak ada dalam APBN 2026 maupun 2027," ujar Suahasil dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg Television bersama jurnalis Haslinda Amin yang ditayangkan Jumat (2/10).

Suahasil menjelaskan dividen yang dikelola Danantara akan digunakan untuk investasi, sementara APBN difokuskan untuk membiayai pelayanan publik, infrastruktur, dan perlindungan sosial

"Danantara melakukan hal yang baik bagi negara. Mereka mempertahankan dividen dari perusahaan-perusahaan BUMN dan menggunakannya untuk proyek serta investasi lebih lanjut," katanya.

Ia berharap Danantara dapat mengelola dana tersebut secara efisien, termasuk dengan menarik investasi dari sektor swasta.

"Kami berharap karena mereka juga merupakan sovereign wealth fund dan investment fund, mereka dapat berbicara dalam bahasa yang sama dengan komunitas investasi," ujar Suahasil.

Saat ditanya apakah kontribusi dividen Danantara masih mungkin masuk APBN 2028, Suahasil tidak memberikan kepastian.

"Nah, kemungkinan adalah sesuatu yang berbeda. Itu masih hipotetis," jawabnya.

Rencana dividen Danantara disetor ke APBN merupakan wacana yang dilempar Menteri Keuangan periode 2025-2026 Purbaya Yudhi Sadewa.

Kala itu, Purbaya mengungkap Danantara akan menyetorkan sekitar Rp120 triliun kepada negara. Dana tersebut akan masuk sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) lainnya.

Purbaya mengatakan keputusan penyetoran tersebut sudah dipastikan. Pemerintah kini tinggal menunggu waktu pencairannya dari Danantara.

"Udah dibahas (wacana pengembalian sebagian dividen sebagai cadangan APBN), udah dipastikan, tinggal ditentuin kapan dia mau ngirim, itu aja. Sekitar Rp120 triliun," kata Purbaya di Kemenkeu Jakarta Pusat, Jumat (28/8).

[Gambas:Youtube]

(dhz/pta)