Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menanggapi seruan Malaysia yang ingin memboikot produk Indonesia.
Ia membantah adanya boikot terhadap produk Indonesia dari Malaysia, menurutnya hal tersebut hanya terjadi sesaat.
Budi menyatakan pemerintah saat ini telah berkomunikasi dengan pihak terkait melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Ia juga memastikan kondisi tersebut tidak berdampak pada hubungan bilateral antar kedua negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira enggak (boikot) ya, ini cuma mungkin sesaat saja, tapi kami juga sudah berkomunikasi dengan perwakilan dari KBRI, ini enggak ada masalah," kata Budi usai membuka kegiatan Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) 2026 di Jakarta, Kamis (8/10).
Sebelumnya, masyarakat Malaysia menyerukan akan memboikot produk dari Indonesia, hal tersebut ramai di media sosial Threads usai persaingan Timnas Indonesia dan Malaysia dalam ajang FIFA Asean Cup 2026.
Isu tersebut bermula dari unggahan netizen Malaysia dengan nama @mee.zsa yang mempersuasi agar audiens memposting ulang dan memboikot produk FnB serta franchise Indonesia yang beroperasi di Malaysia.
Netizen itu menuliskan dalam bahasa Melayu dan diterjemahkan detikFood ke Bahasa Indonesia, "Ayo boikot produk Indonesia. Tolong bagikan ulang ya kawan-kawan. Berikut daftar nama franchise serta produk makanan dan minuman (F&B) milik Indonesia yang beroperasi di Malaysia, termasuk kopi, teh, es krim."
"Jom boikot produk Indonesia. Tlg repost ya kwn2. Berikut, senarai bagi jenama francais serta rangkaian makanan dan minuman (FnB) milik Indonesia yang beroperasi di Malaysia Rangkaian Kopi Teh & Ais Krim," tulis @mee.zsa dalam postingannya.
Dalam postingan tersebut juga terdapat daftar nama gerai restoran Indonesia yang membuka di Malaysia itu di antaranya ada Kenangan Coffee, Ai-Cha Ice Cream & Tea, MOMOYO, dan lainnya. Ia juga menambahkan keterangan sejak kapan gerai berdiri dan berapa banyak jumlah gerainya.