Bos Danantara Targetkan Merger 4 BUMN Karya Rampung Akhir November

CNN Indonesia
Jumat, 09 Okt 2026 07:05 WIB
Kepala BP BUMN Dony Oskaria menjawab pertanyaaan wartawan saat akan mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026). Dony Oskaria menyatakan akan terus mempercepat proses tr
Bos Danantara Dony Oskaria targetkan merger empat BUMN Karya selesai akhir November 2026. Merger bertujuan memperbaiki fundamental dan restrukturisasi keuangan. (FOTO:ANTARA/GALIH PRADIPTA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria menargetkan proses merger empat badan usaha milik negara (BUMN) Karya rampung paling lambat akhir November 2026.

Empat perusahaan yang akan digabung yakni PT Nindya Karya dengan PT Brantas Abipraya, serta PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan PT PP (Persero) Tbk.

"Dalam waktu dekat akan ada merger BUMN Karya yaitu Nindya Karya dan Brantas, Adhi Karya dan PP. Ini akan segera merger, kita harus putuskan," ujar Dony dalam acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dony mengatakan proses merger keempat perusahaan tersebut relatif lebih mudah dibandingkan restrukturisasi PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). Kedua perusahaan tersebut masih menghadapi persoalan keuangan yang lebih kompleks sehingga membutuhkan penanganan lebih mendalam.

"Kalau yang empat relatif mudah untuk kita lakukan, artinya sudah bisa kita lakukan. Surviving entity-nya lagi dikaji oleh teman-teman," kata Dony.

Menurut Dony, Danantara tidak hanya menentukan perusahaan mana yang menjadi surviving entity berdasarkan ukuran atau posisi masing-masing perusahaan. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai aspek untuk memastikan perusahaan hasil merger memiliki kondisi bisnis yang lebih sehat.

"Tidak terlalu fokus kepada siapa menang dan bukan menang dan kalah. Tapi bagaimana kemudian mereka bersatu menjadi perusahaan yang baik," ujarnya.

Ia mengatakan kajian tersebut mencakup aspek keuangan hingga kemampuan internal masing-masing perusahaan.

"Sedang dikaji mana dari financial aspect maupun dari internal capability-nya tadi. Apakah organisasinya, orangnya, semua di-assess," kata Dony.

Dony mengatakan hasil kajian tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan entitas yang bertahan serta struktur perusahaan hasil merger.

Ia menargetkan proses merger dua pasangan BUMN Karya tersebut dapat diselesaikan paling lambat pada akhir November 2026.

"Yang tadi merger itu kita harapkan nanti paling telat itu di akhir November sudah selesai," ujar Dony.

Setelah proses merger, Danantara juga akan melakukan penataan terhadap aset-aset noninti (non-core) yang dimiliki perusahaan hasil penggabungan. Aset tersebut akan didivestasi dan hasilnya digunakan untuk membantu menurunkan beban utang.

Sementara itu, sisa utang perusahaan akan direstrukturisasi dengan menyesuaikan kemampuan pembayaran (repayment capacity) masing-masing perusahaan.

Dony mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Danantara memperbaiki fundamental BUMN Karya, bukan sekadar melakukan penggabungan perusahaan.

"Kita tidak mau setelah hari ini cuma dipoles-poles kemudian nanti menjadi problem lagi. Nah, kita perbaikan itu harus fundamental, harus benar-benar," ujarnya.

Selain restrukturisasi keuangan, Danantara juga akan mengubah pola pembiayaan BUMN Karya. Ke depan, pembiayaan harus dilakukan berdasarkan proyek (project financing), bukan semata-mata berdasarkan kebutuhan korporasi.

"Di financial-nya itu dilakukan secara corporate financing. Harus by project, sehingga kita bisa menilai satu project ini untung apa enggak," kata Dony.

Menurutnya, perubahan pola pembiayaan tersebut akan menjadi bagian dari pembenahan tata kelola setelah proses transformasi perusahaan dilakukan.

(lau/ins)