Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengungkap alasan pihaknya masuk bisnis tekstil.
Dony mengatakan Danantara masuk bisnis tekstil karena bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja. Ia pun menyoroti stagnasi pertumbuhan industri tekstil yang tengah melanda Indonesia telah memicu pergeseran pencari kerja ke sektor informal.
"Tekstil kita akan masuk, Danantara akan masuk sendiri, akan mulai membangun industri tekstil kita. Dalam rangka apa? Karena kita menyadari tadi tekstil ini membuka lapangan pekerjaan yang banyak," ujarnya dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis (8/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dony mengaku juga telah berdiskusi intensif dengan berbagai asosiasi pengusaha di sektor tekstil maupun alas kaki.
Lihat Juga : |
Ia menegaskan langkah Danantara masuk bisnis tekstil merupakan keinginan Presiden Prabowo Subianto yang ingin mengubah perekonomian nasional menuju industrial-based economy (ekonomi berbasis industri).
"Industrial ini kan pasti ujung-ujungnya adalah pembukaan lapangan pekerjaan. Ini yang sedang kita lakukan termasuk juga Danantara tentu akan berinvestasi di sektor-sektor yang membuka lapangan pekerjaan banyak," ujar Dony.
Dalam rangka memuluskan langkah tersebut, Dony juga telah bertemu Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji.
Semua pihak telah menyepakati perlunya langkah deregulasi kebijakan untuk memicu percepatan industrialisasi di Tanah Air.
Dony mengatakan Danantara membuka peluang kolaborasi dengan berbagai mitra swasta, baik dari dalam maupun luar negeri, yang memiliki kapasitas mumpuni guna menggenjot industrialisasi dalam negeri.
Saat ini, Danantara Indonesia tengah berencana membentuk BUMN baru di bidang tekstil. CEO Danantara Indonesai Rosan Roeslani mengatakan peluang mengembangkan perusahaan tekstil yang ada juga terbuka.
"Ya memang untuk BUMN Tekstil ini kita kembali lagi, karena kita sudah sepakat untuk membangun yang tidak hanya yang baru, tetapi juga akan melihat apabila ada beberapa perusahaan tekstil yang berpotensi untuk kita kembangkan, terutama dari segi mesinnya, dari segi teknologinya, kita terbuka gitu," ujar Rosan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (22/9).
(dhz/pta)