Bulog Bidik Serapan Beras Tembus 130 Persen di Akhir 2026

CNN Indonesia
Sabtu, 10 Okt 2026 04:45 WIB
Bulog proyeksikan serapan beras dalam negeri mencapai 130 persen dari target pemerintah. Saat ini, serapan sudah mencapai 102 persen atau lebih dari 4 juta ton. (FOTO:CNN Indonesia/ Muhammad Falah).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perum Bulog memproyeksikan penyerapan beras dalam negeri dapat melampaui target yang diberikan oleh pemerintah hingga mencapai 130 persen menjelang akhir tahun.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan capaian serapan beras saat ini bahkan sudah menembus angka 102 persen atau lebih dari 4 juta ton

"Kenapa saya sampaikan bisa terjadi? Karena sekarang serapan Bulog itu sudah tercapai 100 persen, yaitu lebih dari 4 juta ton, yaitu sekitar 102 persen di hari ini. Ini belum sampai Desember. Nanti kalau sampai Desember estimasi kami, itu bisa sampai 130 persen dari target yang diberikan oleh Bapak Presiden," ujar Rizal saat ditemui di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (8/10).

Lebih lanjut, Rizal menyampaikan keberhasilan serapan yang masif ini tidak lepas dari keberpihakan pemerintah terhadap sektor pertanian. Ia menyebut salah satunya melalui kepastian kebijakan dan penetapan harga pembelian gabah kering panen (GKP) di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram (kg).

Ia menekankan kebijakan harga tersebut memastikan seluruh gabah petani terserap dengan baik oleh Bulog dan tidak ada lagi yang jatuh di bawah harga ketentuan.

"Sehingga tidak ada lagi harga-harga di pasaran di seluruh sawah seluruh Indonesia ini yang harganya dijual di bawah Rp6.500. Jadi, semuanya minimal Rp6.500 dan itu dibeli oleh Bulog," tegas Rizal.

Karena itu, Bulog optimis target swasembada pangan berkelanjutan dapat terus dipertahankan untuk memperkokoh stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan nasional ke depan.

"Oleh karena itu, kemungkinan besar swasembada pangan berkelanjutan itu sangat mungkin terjadi tahun 2026 ini. Itu adalah mungkin kado terbaik 2 tahun pemerintahan Bapak Presiden," tandasnya.

(fln/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK