Amazon Kembali PHK Karyawan, Kali Ini Sasar 1.000 Pekerja Divisi Ritel

CNN Indonesia
Jumat, 09 Okt 2026 13:18 WIB
(FILES) In this file photo taken on February 5, 2019 the Amazon logo is viewed at the 855,000-square-foot Amazon fulfillment center in Staten Island, one of the five boroughs of New York City. - Amazon on October 24, 2019 reported that its quarterly
Amazon kembali PHK sejumlah karyawan di divisi ritel. Pemangkasan kali ini menyasar sekitar 1.000 pekerja di unit Stores, yang mengelola situs utama atau e-commerce. (Foto: Johannes EISELE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Amazon kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sejumlah karyawan di divisi ritel.

Karyawan yang terkena PHK terutama di unit Stores, yang mengelola situs utama perdagangan elektronik atau e-commerce.

"Kami telah menyesuaikan beberapa bagian dari bisnis Stores karena kami meyakini struktur ini akan lebih memungkinkan kami mencapai prioritas perusahaan," kata juru bicara Amazon dalam pernyataan tertulis, dikutip Reuters, Kamis (8/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah karyawan terdampak menghubungi Reuters dan membagikan unggahan dari kanal Slack internal perusahaan mengenai kabar tersebut.

Seorang sumber mengatakan Amazon memberhentikan kurang dari 1.000 karyawan kerah putih (white-collar workers), yakni pekerja di posisi profesional dan administratif.

Informasi di kanal Slack internal menunjukkan sejumlah divisi di bawah unit Stores terdampak, termasuk layanan pelanggan dan layanan bagi mitra penjual.

Pemangkasan juga kemungkinan mencakup unit lain di Amazon. Karyawan di Amerika Serikat (AS), India, dan Inggris termasuk di antara mereka yang menerima pemberitahuan PHK.

PHK di unit ritel tersebut bertepatan dengan salah satu periode belanja terbesar Amazon, yakni Prime Big Deal Days. Program promosi itu berlangsung pada Selasa-Rabu pekan ini, dengan menawarkan berbagai potongan harga.

Pemangkasan karyawan ini merupakan yang terbaru dari serangkaian PHK dalam skala kecil, setelah gelombang PHK besar-besaran terhadap 30 ribu karyawan yang dimulai tahun lalu dan berlanjut hingga Januari.

Dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan pada Rabu lalu, pendiri sekaligus Ketua Eksekutif Amazon Jeff Bezos mengatakan PHK berkelanjutan diperlukan karena perusahaan merekrut terlalu banyak orang selama pandemi.

"Orang-orang tetap di rumah dan berbelanja, dan itu merupakan periode yang luar biasa sekaligus penuh tekanan bagi kami," kata Bezos saat ditanya mengenai hilangnya 30 ribu pekerjaan dalam gelombang PHK sebelumnya.

"Seluruh tim bekerja sangat keras dan melakukan begitu banyak hal, tetapi jumlah karyawan kami memang bertambah sangat besar," pungkasnya.

[Gambas:Youtube]

(pta)