Ibu Kota Nusantara (IKN) resmi ditetapkan sebagai tuan rumah penyelenggaraan Borneo Economic Forum 2027. Pengumuman ini disampaikan pada penutupan Borneo Economic Forum 2026 di Hotel Hilton, Kuching, Malaysia, Rabu (7/10).
Acara mendatang merupakan edisi ketiga dari forum ekonomi kawasan Borneo setelah sebelumnya sukses digelar pada 2023 dan 2026. Forum ini berfungsi sebagai wadah perjumpaan pelaku usaha, pembuat kebijakan, dan pemangku kepentingan dari Indonesia, Malaysia, serta Brunei Darussalam.
Melalui pertemuan tahunan tersebut, para peserta akan mendiskusikan berbagai peluang perdagangan, investasi, konektivitas, hingga bentuk kerja sama ekonomi regional. Penyelenggaraan di IKN diharapkan mampu memperkuat integrasi dan stabilitas ekonomi lintas batas di Pulau Kalimantan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam forum tersebut, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, memaparkan perkembangan pembangunan IKN yang kini memasuki tahap kedua. Ia menyebut pembangunan IKN tidak hanya diarahkan untuk membangun pusat pemerintahan.
Menurut dia, pembangunan itu juga bertujuan membentuk ekosistem ekonomi baru di Kalimantan Timur. Hal ini menjadi bagian dari upaya membuka peluang investasi jangka panjang.
"Nusantara tidak hanya dibangun sebagai ibu kota pemerintahan, tetapi juga untuk membuka peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (9/10).
IKN berada di antara Balikpapan dan Samarinda. Dengan lokasi tersebut, kawasan ini dirancang menjadi bagian dari ekosistem pertumbuhan ekonomi baru.
Pencapaian fisik dan infrastruktur yang telah terbangun hingga saat ini ditegaskan menjadi dasar yang kuat untuk melanjutkan fase pembangunan berikutnya. Pemerintah optimistis akan ada lebih banyak target pembangunan yang dapat diselesaikan pada masa mendatang.
Dalam kesempatan tersebut, Basuki juga menyampaikan undangan terbuka kepada para pemimpin daerah, pelaku industri, serta perwakilan lembaga internasional yang hadir. Mereka diharapkan dapat meninjau langsung kemajuan proyek di lapangan.
Kunjungan lapangan tersebut diproyeksikan membuka dialog langsung antara calon investor dengan tim pengembang IKN. Langkah ini ditujukan untuk memfasilitasi penjajakan peluang kemitraan dan investasi yang konkret di berbagai sektor.
"Progres yang sudah tercapai saat ini menjadi fondasi untuk tahap selanjutnya dan akan ada lebih banyak hal untuk dicapai. Saya mengundang para pemimpin, pelaku bisnis, dan perwakilan institusi yang hadir hari ini untuk mengunjungi Nusantara, berinteraksi dengan tim kami, serta menjajaki peluang kerja sama," pungkas Basuki.
Penunjukan IKN sebagai lokasi penyelenggaraan Borneo Economic Forum 2027 diyakini menjadi momentum strategis untuk mempererat sinergi antarnegara serumpun. Forum ini siap menyediakan ruang diskusi yang lebih memadai guna merealisasikan potensi kerja sama ekonomi secara nyata.
(rir)