Jadi Panelis di Forum ICAO, AirNav Indonesia Paparkan Penerapan FRTO

CNN Indonesia
Sabtu, 10 Okt 2026 19:52 WIB
Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro tampil sebagai panelis dalam sesi FUA & Free Route Airspace, dengan materi
Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro tampil sebagai panelis dalam sesi FUA & Free Route Airspace. (Arsip AirNav)
Jakarta, CNN Indonesia --

AirNav Indonesia berbagi pengalaman menerapkan Free Route Operation (FRTO) di wilayah udara kepulauan dalam forum ICAO Air Navigation World - Air Traffic Flow Management (ATFM) 2026 yang digelar di markas ICAO di Montreal, Kanada, 5-9 Oktober 2026.

Dalam forum strategis industri penerbangan dunia tersebut, Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro tampil sebagai panelis dalam sesi FUA & Free Route Airspace, dengan materi "Sequencing Free Route Operation (FRTO) Across Indonesia's Archipelagic Airspace".

"FRTO memberi keleluasaan kepada maskapai untuk memilih lintasan penerbangan berdasarkan kondisi dan kebutuhan operasional. Tantangannya adalah memastikan kebebasan memilih lintasan tersebut tetap didukung sistem, prosedur, dan kompetensi personel yang memadai," ujar Setio dalam keterangan resmi, Sabtu (10/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Inisiatif FRTO bermula pada 2020, ketika pandemi COVID-19 menyebabkan pergerakan lalu lintas udara turun drastis. Menindaklanjuti permintaan International Air Transport Association (IATA), AirNav berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk menguji konsep User Preferred Route (UPR), dengan melibatkan Indonesia Air Traffic Controllers Association (IATCA).

Setelah melalui uji coba dan penilaian risiko keselamatan secara bertahap, FRTO diberlakukan penuh di FIR Jakarta dan Ujung Pandang pada 5 Oktober 2023, untuk ruang udara pada ketinggian FL330 hingga FL600.

Menurut Setio, penerapan FRTO di Indonesia memiliki tantangan tersendiri. AirNav menangani ruang udara seluas sekitar 7,79 juta kilometer persegi yang membentang di lebih dari 17.000 pulau, serta berkoordinasi dengan 10 FIR negara tetangga.

Untuk mengantisipasi pola konflik antarpesawat yang lebih dinamis, AirNav memperkuat dukungan sistem otomasi dan kompetensi pemandu lalu lintas udara. Standar separasi, koordinasi, dan prosedur keselamatan tetap menjadi bagian dari operasional.

AirNav juga memperluas penerapan FRTO lintas FIR melalui koordinasi dan penyesuaian prosedur dengan negara tetangga. Capaian pentingnya meliputi operasi penuh dengan FIR Oakland pada Maret 2023, FIR Port Moresby pada Juni 2024, serta operasi penuh FRTO Indonesia-Australia pada Juli 2025.

Sepanjang 2020-2025, sebanyak 10.578 penerbangan tercatat memanfaatkan FRTO di FIR Jakarta dan Ujung Pandang. Pada 2025, jumlahnya meningkat 82 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari 2.770 menjadi 5.030 penerbangan.

Berdasarkan perhitungan AirNav Indonesia, pemanfaatan FRTO pada 2025 menghasilkan penghematan biaya bahan bakar maskapai sebesar USD 8,04 juta sekaligus menghindari emisi karbon dioksida (CO₂) sebesar 5.426 ton.

Efisiensi lintasan tersebut turut mengurangi jarak tempuh, waktu terbang, dan konsumsi bahan bakar.

"Ke depan, FRTO menjadi salah satu fondasi pengembangan Trajectory-Based Operations (TBO). AirNav juga menyelaraskan pengembangan kompetensi pemandu lalu lintas udara dengan ICAO APAC Project 30/10 sebagai bagian dari modernisasi layanan navigasi penerbangan," ucap Setio.

(tim/har)