Pertamina Bongkar Penyebab Antrean Panjang Pembelian BBM di Jember

CNN Indonesia
Selasa, 13 Okt 2026 08:25 WIB
Warga berkendara motor dan mobil antre mengisi BBM di SPBU jelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jakarta, Sabtu, 2 September 2022. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Pertamina Patra Niaga buka suara soal penyebab antrean panjang masyarakat yang membeli BBM di sejumlah SPBU di Jember, Jawa Timur. Ilustrasi. Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pertamina Patra Niaga buka suara soal penyebab antrean panjang masyarakat yang membeli bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Jember, Jawa Timur.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi mengatakan antrean panjang di SPBU disebabkan perubahan pola penyesuaian distribusi.

Menurutnya, kondisi konflik geopolitik yang masih berlangsung turut mempengaruhi penyesuaian jadwal dan pola pengiriman, termasuk kedatangan kapal tanker. Akibatnya, Pertamina juga harus melakukan penyesuaian dalam pola distribusi BBM ke sejumlah SPBU.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tegaskan bahwa tidak ada pengurangan pengiriman, namun memang ada penyesuaian dalam pola distribusi BBM, sehingga masyarakat diimbau tidak panik," katanya saat dihubungi Antara, Senin (12/10).

Ahad menjelaskan kondisi stok BBM tetap dijaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi tantangan distribusi perlu mendapat perhatian, khususnya di wilayah Jember bagian selatan.

Pasalnya, jarak wilayah tersebut dari terminal BBM di Tanjungwangi Banyuwangi menjadi salah satu pertimbangan dalam mengoptimalkan rute dan waktu pengiriman.

"Stok BBM tetap terjaga dan tersedia untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, namun ada perubahan jadwal pengiriman, sehingga memicu antrean panjang di SPBU. Kalau BBM di tingkat pengecer itu ada, artinya BBM tidak langka karena bahan bakar tersebut ada," imbuhnya.

Pertamina terus memantau pelayanan SPBU di Jember dan beberapa wilayah lainnya. Pemantauan pasokan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kesiapan operasional, serta kondisi distribusi di lapangan.

Ahad mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dengan benar mengenai kelangkaan maupun kenaikan harga BBM, terutama di media sosial yang dapat memicu terjadinya aksi borong atau panic buying.

"Kami juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak membeli secara berlebihan karena khawatir stok habis. Pertamina pastikan bahwa stok BBM aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Berdasarkan pantauan di sejumlah SPBU kawasan Jember bagian selatan, terdapat antrean panjang hingga di luar SPBU akibat perubahan pola penyesuaian distribusi BBM tersebut.

Pihak Pertamina juga berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk mengatur lalu lintas agar antrean panjang kendaraan di SPBU tidak menyebabkan kemacetan akses jalan di sekitar SPBU setempat.

[Gambas:Youtube]

(pta)