Harga Minyak Dunia Turun Usai Trump Izinkan Rusia Pasok Diesel Global
Harga minyak mentah dunia turun pada perdagangan Selasa (13/10) menyusul rencana tambahan pasokan diesel dari Rusia.
Penurunan harga minyak dipicu oleh pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait kesepakatan suplai diesel Rusia ke pasar global.
Kesepakatan tersebut diiringi dengan langkah pencabutan sementara sanksi AS terhadap produk bahan bakar dari Moskow.
Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent turun 61 sen atau 0,57 persen menjadi US$106,04 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat turun 47 sen atau 0,5 persen menjadi US$93,27 per barel.
Lihat Juga : |
Meski tambahan pasokan Rusia diharapkan mampu meredam ketatnya pasar bahan bakar global, langkah Trump ini memicu penolakan dari parlemen AS.
Parlemen menilai langkah Trump sebagai pelanggaran terhadap Undang-undang AS yang melarang impor energi dari Rusia sampai negara tersebut mengakhiri agresi terhadap Ukraina.
Dari sisi dinamika pasar, Kepala Analis KCM Trade Tim Waterer mengatakan tambahan pasokan diesel dari Rusia dan aliran pasokan Arab Saudi yang lebih stabil memberikan sedikit kelegaan.
Namun menurutnya, pasar dinilai masih lebih mengkhawatirkan risiko serangan lanjutan terhadap kapal atau jaringan pipa di Timur Tengah dibandingkan merasa lega atas tambahan pasokan minyak.
Terbaru, kelompok Houthi Yaman menyerang Bandara Internasional Riyadh. Lalu, serangan terhadap kapal tanker dilaporkan juga terjadi di kawasan Selat Hormuz.
Oleh karena itu, kecenderungan pergerakan harga minyak dinilai masih memiliki potensi untuk kembali naik.
"Sampai kita melihat tanda-tanda deeskalasi yang lebih jelas, kecenderungan pergerakan harga masih mengarah naik," ujar Tim Waterer.
Tingginya eskalasi konflik di jalur transit energi krusial tersebut turut memicu lonjakan biaya pengiriman dan asuransi hingga melampaui sepertiga dari nilai komoditas, yang pada akhirnya menghambat kelancaran distribusi minyak mentah dan produk turunannya.
Di tengah kerentanan rantai pasok dan tingginya biaya logistik tersebut, Sekretaris Jenderal OPEC Haitham Al Ghais mengonfirmasi pihaknya telah memangkas tajam proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global pada tahun ini.
Pemangkasan menjadi 400 ribu barel per hari, turun drastis dari perkiraan awal tahun yang mencapai 1,4 juta barel per hari.
(dhz/pta)