Batam-Bintan Mati Lampu Massal, PLN Duga Imbas Hewan Liar Masuk Gardu

tim | CNN Indonesia
Selasa, 13 Okt 2026 13:51 WIB
PLNmengatakan berdasarkan indikasi awal, hewan liar seperti monyet, masuk area gardu dan mengganggu sistem jaringan kelistrikan Batam-Bintan. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Batam, CNN Indonesia --

PLN Batam menduga penyebab mati lampu total (black out) di wilayah Batam hingga Pulau Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), akibat hewan liar masuk Gardu Induk Sungai Harapan.

Pulau Batam dan Pulau Bintan terhubung oleh jaringan listrik bawah laut bertegangan 150 KV sepanjang lebih 17,9 kilometer, sehingga listrik dari pembangkit di Batam bisa disalurkan ke Bintan, termasuk Tanjungpinang.

Sekretaris PLN Batam Rudi Antono mengatakan berdasarkan indikasi awal, hewan liar seperti monyet, masuk area gardu dan mengganggu sistem jaringan interkoneksi kelistrikan Batam-Bintan (Babin) hingga berdampak pada pasokan listrik di sejumlah wilayah.

Namun, Rudi menegaskan penyebab pasti gangguan listrik masih dalam proses penelusuran lebih lanjut oleh tim teknis dan pihak berwenang.

"Indikasi awal, diduga hewan liar masuk ke area Gardu Induk Sungai Harapan," Kata Rudi dalam keterangan tertulis, Selasa (13/10).

PLN Batam mengklaim sudah memulihkan pasokan listrik kepada pelanggan terdampak di Kota Batam menyusul gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan mati lampu sejak kemarin pagi (12/10).

Rudi mengatakan pemulihan sistem ini merupakan hasil kerja intensif seluruh tim teknis dan operasional yang terus melakukan penormalan sistem kelistrikan secara bertahap.

Menurutnya, proses pemulihan menunjukkan perkembangan signifikan sejak Senin (12/10) malam. Seluruh gardu induk dan jaringan transmisi terdampak telah berhasil dinormalkan, diikuti dengan pemulihan jaringan distribusi hingga pasokan listrik kepada seluruh pelanggan terdampak di Kota Batam kembali menyala.

"Pemulihan dilakukan melalui tahapan teknis yang terukur, mulai dari pemeriksaan dan penormalan pembangkit, sinkronisasi unit, hingga pemulihan jaringan transmisi dan distribusi. Seluruh proses dilaksanakan dengan tetap mengutamakan keselamatan, kestabilan, dan keandalan sistem kelistrikan,"ujarnya

Meski pasokan listrik telah kembali normal, PLN Batam tetap menyiagakan petugas teknis dan operasional untuk memantau kondisi sistem serta memastikan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat.

Selain memastikan pemulihan pasokan listrik, PLN Batam juga berkomitmen memenuhi hak pelanggan atas mutu pelayanan. Apabila gangguan yang terjadi melampaui standar Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) atau Service Level Agreement (SLA) yang diperjanjikan, PLN Batam akan memberikan kompensasi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Bagi pelanggan reguler, kompensasi diberikan sebesar 10 persen dari biaya beban bulanan, mengacu pada Peraturan Gubernur Kepulauan Riau Nomor 22 Tahun 2017. Sementara itu, bagi pelanggan layanan keandalan, kompensasi diberikan sebesar 15 persen hingga 25 persen dari Rupiah Pemakaian Tenaga Listrik (RPTL) sesuai dengan jenis layanan keandalan yang diperjanjikan," jelasnya.

Rudi menyebut kompensasi akan diberikan secara otomatis melalui tagihan listrik berikutnya, tanpa perlu pengajuan klaim dari pelanggan.

PLN Batam menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan serta mengapresiasi kesabaran, pengertian, dan dukungan seluruh masyarakat selama proses pemulihan berlangsung.

(arp/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK