Hashim Beber Alasan Rasio Penerimaan RI Kalah dari Vietnam dan Kamboja

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 08:11 WIB
Hashim Djojohadikusumo menyoroti rendahnya rasio penerimaan Indonesia yang hanya 12 persen. Ia menargetkan dalam 2-3 tahun angkanya bakal mencapai 18 persen. (FOTO:ANTARA/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia --

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyoroti rendahnya rasio penerimaan Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang saat ini hanya bertengger di angka 12 persen

Capaian tersebut tertinggal jauh apabila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Kamboja yang rasionya telah menyentuh 18 persen dan Vietnam sebesar 23 persen.

"Saat ini, rasio penerimaan Kamboja sudah mencapai 18 persen. Sementara itu, Vietnam memiliki rasio penerimaan sebesar 23 persen," ujar Hashim dalam acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta Selatan, Selasa (13/10).

Adik Presiden Prabowo Subianto itu meyakini lompatan rasio penerimaan Kamboja dari 9 persen pada 10 tahun ke 18 persen saat ini didorong kemauan politik (political will).

Di hadapan audiens yang turut dihadiri oleh Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Hashim mengungkap pandangannya bersama Prabowo mengenai rendahnya penerimaan Indonesia selama ini diakibatkan oleh ketiadaan kemauan politik serta kuatnya resistensi birokrasi dalam menolak berbagai reformasi.

"Inilah salah satu hal yang membuat kami sangat frustrasi. Mengapa? Karena tujuan Presiden Prabowo adalah membawa rasio penerimaan negara Indonesia mencapai level Kamboja dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Kami ingin mencapai 18 persen," ujar Hashim.

Mengutip pandangan dari Bank Dunia, Hashim menilai tak ada alasan Indonesia tidak bisa berada pada level yang sama dengan Kamboja.

"Kita tidak lebih rendah secara rasial dibandingkan masyarakat Kamboja dan mereka juga tidak lebih unggul secara rasial dibandingkan kita. Kita seharusnya mampu melakukannya. Ini masalah kemauan politik," ujar Hashim.

Apabila target 18 persen tersebut berhasil direalisasikan, Hashim memproyeksikan langkah selanjutnya adalah mengejar rasio penerimaan Vietnam di level 23 persen. Meski demikian, ia mengakui target tersebut membutuhkan waktu realisasi yang sangat lama.

(dhz/ins)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK