Fakta-fakta Antrean BBM di SPBU Bali

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 10:34 WIB
Antrean panjang kendaraan di SPBU Bali terjadi akibat kekosongan stok BBM, terutama Pertalite. Gubernur dan Pertamina berupaya normalisasi distribusi. (FOTO:CNN Indonesia/Febria Adha L).
Jakarta, CNN Indonesia --

Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali terjadi sejak Senin (12/10). Antrean tersebut dipicu kekosongan stok bahan bakar minyak (BBM) jenis tertentu di sejumlah SPBU, terutama Pertalite, yang kemudian berdampak pada antrean pembelian Pertamax.

Gubernur Bali I Wayan Koster hingga Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri buka suara terkait kondisi tersebut. Pertamina juga menyiapkan sejumlah langkah untuk mempercepat distribusi BBM, termasuk menambah pasokan dan mengoperasikan SPBU selama 24 jam.

Berikut fakta-fakta imbas antrean BBM di SPBU Bali.

1. Antrean BBM Terjadi Sejak Senin

Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Bali terpantau sejak Senin (12/10) hingga Selasa (13/10). Kondisi ini terjadi ketika sejumlah SPBU mengalami kekosongan stok BBM jenis tertentu, terutama Pertalite, sehingga pelayanan pengisian menyesuaikan ketersediaan stok.

Antrean panjang terlihat di sejumlah titik, terutama di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Kepadatan kendaraan di sekitar SPBU turut mengganggu arus lalu lintas sehingga polisi turun ke lapangan untuk mengatur antrean dan mencegah kemacetan.

Polsek Denpasar Selatan mengerahkan personel untuk memantau situasi, mengatur antrean kendaraan, dan mengimbau masyarakat agar tetap tertib saat mengisi BBM.

2. Koster Sebut Pasokan BBM Tersedia di Depo

Gubernur Bali I Wayan Koster pada Selasa (13/10) memastikan pasokan BBM di depo atau terminal BBM, yakni Depo Manggis di Kabupaten Karangasem dan Depo Pesanggaran di Denpasar, tersedia.

Menurut Koster, kendala terjadi pada proses distribusi dari depo menuju SPBU. Pengiriman BBM yang berlangsung sejak Senin sore hingga Selasa pagi terkendala kondisi lalu lintas.

"Pasokannya cukup tersedia di depo, di Manggis dan di Pesanggaran hari ini hadir. Tapi distribusi dari depo ke SPBU sedang berjalan mulai kemarin sore sampai tadi pagi, sampai hari ini juga. Memang tidak terlalu mulus karena jalan itu kan ada macetnya," ujar Koster di Denpasar, Selasa (13/10).

Koster juga menduga antrean panjang dipengaruhi kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaan BBM. Warga yang beramai-ramai mengisi kendaraan membuat stok di sejumlah SPBU lebih cepat habis.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak panik karena pasokan BBM di Bali tersedia dan distribusi diharapkan kembali normal dalam satu hingga dua hari.

3. Bos Pertamina Minta Maaf kepada Warga Bali

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bali atas antrean BBM yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Simon mengatakan Pertamina memahami kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat. Ia menegaskan kendala teknis distribusi maupun peningkatan konsumsi BBM tidak dapat dijadikan pembenaran atas situasi yang dialami warga.

"Pertama-tama atas nama PT Pertamina Persero, saya selaku direktur utama menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya khususnya bagi warga Bali atas kejadian antrean yang beberapa hari ini kita alami bersama, khususnya di SPBU-SPBU yang berada di wilayah Bali," ujar Simon usai rapat bersama Koster di Denpasar, Selasa (13/10).

Simon mengatakan Pertamina bersama Pertamina Patra Niaga dan Pemerintah Provinsi Bali langsung menyiapkan langkah penanganan untuk mempercepat pemulihan distribusi BBM.

Kepastian Pasokan BBM Bali


BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :