25,1 Juta Warga Desil 1-4 Bakal Terima Rekening Gratis Akhir Tahun Ini

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 15:33 WIB
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Wamenko Perekonomian), Dradjad Hari Wibowo saat ditemui di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Pemerintah menargetkan 25,1 juta warga berusia 17 tahun ke atas yang berada di kelompok desil 1 hingga 4 akan menerima rekening bank gratis mulai akhir tahun ini. (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah menargetkan 25,1 juta warga berusia 17 tahun ke atas yang berada di kelompok desil 1 hingga 4 akan menerima rekening bank gratis mulai akhir tahun ini.

Di sisa tahun ini, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo berharap program ini bisa segera jalan.

"2026 kita harapkan bisa jalan karena memang kita siapkan untuk 2026. Kan sekarang sudah Oktober, mudah-mudahan waktu dekat bisa segera jalan," ujar Dradjad ketika ditemui di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (14/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk tahap awal, Kemenko Perekonomian menjadikan 25 juta warga di desil 1 sampai 4 tersebut sebagai prioritas. Rekening gratis yang mereka sediakan ini juga sudah dilengkapi saldo awal sebesar Rp50 ribu.

Pemerintah pun mengalokasikan dan menyiapkan anggaran untuk rekening gratis beserta pengisian saldo awalnya.

"Dari pemerintah yang sudah kita siapkan kan pembukaan rekening yang Rp50 ribu itu. Anggaran pembukaan rekeningnya sudah siap," ujar Dradjad.

Mengenai besaran anggaran yang disiapkan, Dradjad tidak menjelaskan secara detail. Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pernah memberikan proyeksi kebutuhan anggarannya.

Apabila setiap warga yang disasar mendapat suntikan saldo awal sebesar Rp50 ribu, pemerintah harus menyiapkan alokasi dana sekitar Rp3,84 triliun, yang berarti itu akan menjangkau sekitar 76,8 juta orang.

[Gambas:Youtube]

"Kita sedang lihat bahwa yang sejumlah tertentu tersebut itu membutuhkan dana kalau kita kasih Rp50 ribu, (totalnya) sekitar Rp3,8 triliun," ujar Airlangga.

Rekening tersebut nantinya dimanfaatkan sebagai wadah penerimaan dana bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

Ada dua bank BUMN yang ditunjuk pemerintah sebagai penyedia rekeningnya, yaitu Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

(dhz/sfr)