Bahlil Minta Transaksi Trade Expo Indonesia Lampaui Target Rp313 T

CNN Indonesia
Rabu, 14 Okt 2026 18:20 WIB
Menko Bahlil Lahadalia meminta transaksi Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 melampaui target US$17,5 miliar atau sekitar Rp313,31 triliun. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta transaksi Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 melampaui target US$17,5 miliar atau sekitar Rp313,31 triliun (asumsi kurs Rp17.905 per dolar AS).

Ia juga meminta pemerintah memangkas prosedur teknis yang menghambat ekspor agar produk Indonesia lebih mudah menembus pasar internasional.

Bahlil mengatakan target transaksi TEI tahun ini lebih rendah dibandingkan realisasi tahun lalu. Pada 2025, nilai transaksi yang ditargetkan lebih dari US$16 miliar atau Rp286,64 triliun, tetapi realisasinya mencapai US$22,8 miliar atau Rp408,46 triliun.

"Saya mendapatkan laporan dari Menteri Perdagangan (Budi Santoso) dan tim bahwa kita menargetkan total transaksi Trade Expo Indonesia tahun 2026 sebesar US$17,5 miliar. Di 2025 target US$16 miliar lebih tapi realisasinya US$22,8 miliar," ujar Bahlil dalam pembukaan TEI 2026 di ICE BSD, Tangerang, Rabu (14/10).

Ia berharap nilai transaksi tahun ini dapat melampaui pencapaian sebelumnya seiring daya saing produk nasional, perluasan akses pasar, serta minat pembeli dan mitra dagang internasional.

Bahlil menyebut terdapat 16.885 calon pembeli yang telah terdaftar untuk mengikuti TEI 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.092 merupakan pembeli luar negeri yang berasal dari 134 negara.

Menurutnya, pameran dagang tersebut menjadi salah satu sarana untuk memperluas akses pasar sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selain mengejar transaksi, Bahlil meminta pemerintah menyederhanakan prosedur ekspor, termasuk persetujuan teknis (pertek) yang dinilai menghambat kegiatan perdagangan. Ia juga menyoroti perlunya akses pembiayaan ekspor dan asuransi dengan biaya terjangkau.

"Prosedur ekspor jangan berbelit-belit. Pertek-pertek yang menghambat harus segera disimplifikasi untuk kemajuan ekspor," kata Bahlil.

Ia mengatakan akses pasar ke kawasan Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan, dan Eropa Timur perlu terus diperluas melalui perjanjian perdagangan bebas agar produk Indonesia semakin kompetitif.

Bahlil juga meminta agar perjanjian perdagangan yang sudah berlaku dimanfaatkan secara maksimal oleh eksportir Indonesia. Menurutnya, penandatanganan perjanjian harus diikuti pelaksanaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Setiap perjanjian perdagangan internasional harus konkret dan langsung berdampak pada rakyat. Jangan hanya teken-teken MoU, tapi harus bisa direalisasikan MoU tersebut," ujarnya.

Untuk mendukung perluasan pasar, pemerintah juga perlu meningkatkan promosi produk Indonesia secara intensif di negara tujuan ekspor, termasuk melalui pembukaan pusat-pusat promosi.

Dalam kesempatan itu, Bahlil turut menyampaikan selamat kepada eksportir penerima penghargaan Primaniyarta dan pembeli internasional penerima penghargaan Primaduta.

Ia juga mengapresiasi kepala daerah dan kepala perwakilan yang berperan dalam mendorong ekspor Indonesia.

Bahlil berharap TEI 2026 dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan transaksi perdagangan dan perluasan pasar ekspor.

(del/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK