PNM Ukur Dampak Mekaar, dari Pendapatan hingga Optimisme Nasabah

PNM | CNN Indonesia
Kamis, 15 Okt 2026 19:53 WIB
PNM
Ilustrasi. (Foto: Arsip PNM)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bagi pengusaha kecil, tambahan modal berdampak langsung pada kelangsungan usaha, mulai dari ketersediaan stok dan bahan baku hingga peluang pengembangan usaha. Meski demikian, manfaat pembiayaan juga terlihat pada aspek lain di luar usaha itu sendiri.

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menilai manfaat pembiayaan bagi pengusaha ultra mikro tidak hanya berhenti pada tambahan modal. Melalui Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), perseroan melihat perubahan juga terjadi pada kemampuan dan sikap nasabah.

Gambaran tersebut tecermin dari hasil penghitungan Social Return on Investment (SROI) Program Mekaar periode 2022-2024. Hasil penghitungan menunjukkan setiap Rp1 yang diinvestasikan dalam program Mekaar menghasilkan manfaat sebesar Rp1,81.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nilai tersebut menggambarkan manfaat program yang mencapai 181 persen dari total investasi. Peningkatan pendapatan usaha menjadi kontributor terbesar dengan porsi 33,87 persen.

Meski demikian, dampak program tidak berhenti pada penghasilan. Terbukanya lapangan kerja turut menjadi salah satu manfaat yang tercipta.

Disamping itu, meningkatnya optimisme terhadap masa depan menunjukkan bahwa dampak program juga menyentuh sisi yang lebih personal dalam kehidupan nasabah.

Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan dampak pemberdayaan nasabah tidak hanya terlihat dari perkembangan usaha, tetapi juga perubahan kemampuan dan kepercayaan diri yang dapat memengaruhi kehidupan keluarga serta lingkungan sekitar.

"Kami percaya bahwa ketika seorang nasabah semakin mampu, dampaknya tidak berhenti pada dirinya sendiri. Kemampuan yang bertambah dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan optimisme, lalu ikut memengaruhi cara mereka menjalankan usaha, mengelola kehidupan keluarga, dan berinteraksi dengan lingkungan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10).

Perubahan kemampuan nasabah juga tercermin dalam hasil penghitungan program. Secara keseluruhan, kemampuan nasabah meningkat sebesar 36 persen, dengan peningkatan terbesar pada kemampuan kognitif yang mencakup pengetahuan tentang keuangan, pinjaman, dan pengelolaan keuangan, yakni sebesar 53,18 persen.

Sementara itu, rasa percaya diri nasabah meningkat lebih dari 40 persen. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa pemberdayaan melalui Mekaar tidak hanya berkaitan dengan akses pembiayaan, tetapi juga penguatan kapasitas nasabah dalam menjalankan usaha.

Bagi pengusaha ultra mikro, kemampuan mengelola keuangan dan mengambil keputusan menjadi bagian penting dalam mengembangkan usaha. Pengetahuan yang lebih baik dapat mendukung pengelolaan modal, sedangkan kepercayaan diri membantu nasabah menghadapi proses pengembangan usaha.

Sebagai informasi, PNM menjalankan pemberdayaan melalui pembiayaan dan pendampingan bagi nasabah. Melalui pendekatan tersebut, perusahaan berupaya mendukung perkembangan usaha sekaligus meningkatkan kemampuan nasabah dalam mengelola keuangan dan kehidupan keluarga.

Hasil penghitungan SROI juga menunjukkan bahwa manfaat Program Mekaar tidak hanya berada pada aspek ekonomi. Dampak program turut tercatat pada aspek kesejahteraan dan sosial, sehingga manfaat yang dihasilkan mencakup lebih dari peningkatan pendapatan usaha.

Bagi PNM, perkembangan kemampuan nasabah menjadi bagian dari dampak pemberdayaan yang perlu diperhatikan bersama pertumbuhan usaha. Perubahan tersebut dapat terlihat dari cara nasabah mengelola keuangan, membangun kepercayaan diri, dan memandang peluang untuk mengembangkan usaha pada masa mendatang.

Dengan demikian, hasil penghitungan SROI Program Mekaar periode 2022-2024 memberikan gambaran mengenai manfaat pembiayaan dan pendampingan bagi nasabah. Selain mendukung peningkatan pendapatan, program tersebut menghasilkan manfaat yang berkaitan dengan kemampuan, kesejahteraan, dan kehidupan sosial nasabah.

(rir)