Ribuan Penerbangan Terimbas Karhutla, Kemenhub Pantau 16 Bandara Papua

CNN Indonesia
Jumat, 16 Okt 2026 12:56 WIB
Pesawat komersial Airbus A320-214 milik maskapai penerbangan Citilink bersiap lepas landas di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (29/9/2026). Jarak pandang di Bandara Internasional SMB II Palem
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat operasional 16 bandar udara di wilayah Papua terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ilustrasi. (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat operasional 16 bandara di wilayah Papua terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut berpotensi mengganggu penerbangan karena menurunkan jarak pandang di sekitar bandara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan karhutla dan dampaknya terhadap operasional transportasi udara dengan berkoordinasi bersama instansi terkait.

Berdasarkan dari laporan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah X per 15 Oktober, bandara yang terdampak tersebar di empat provinsi yakni, Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Provinsi Papua, bandara yang terdampak adalah Bandar Udara Sentani. Sementara itu, di Papua Tengah, dampak asap dilaporkan terjadi di Bandar udara Mozes Kilangin di Timika, Ilaga, dan Ilu.

Di Provinsi Papua Pegunungan, bandara yang terdampak meliputi Bandar Udara Wamena, Oksibil dan Dekai. Adapun di Papua Selatan, bandara yang terdampak adalah Mopah di Merauke, Tanah Merah, Kepi, Ewer, Bade, Senggo, Manggelum, Yaniruma, dan Mindiptanah.

Kemenhub menyatakan kondisi asap dapat menurunkan jarak pandang sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan, penundaan, hingga pembatasan penerbangan.

Setiap keputusan operasional penerbangan tetap mengutamakan keselamatan.

Secara nasional, Kemenhub mencatat 2.021 penerbangan berjadwal dalam negeri terdampak karhutla sejak 11 Agustus hingga 13 Oktober 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 919 penerbangan mengalami keterlambatan, 1.067 penerbangan dibatalkan atau ditunda, 18 penerbangan dialihkan ke bandara lain, 6 penerbangan kembali ke bandara keberangkatan atau return to base (RTB), dan 11 penerbangan dimajukan jadwalnya.

Dampak dari karhutla juga dirasakan oleh penerbangan internasional. Sebanyak 1 penerbangan rute Singapura-Pontianak pulang pergi dibatalkan pada 12-23 September 2026 akibat kondisi asap di Bandar Udara Supadio, Pontianak.

Selain karhutla, Kemenhub juga mencatat 18 penerbangan domestik dibatalkan karena faktor lain dalam periode yang sama. Faktor tersebut meliputi sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta kebutuhan perawatan pesawat.

Di sisi lain, upaya penanganan karhutla terus dilakukan melalui operasi pemadaman dari udara atau water bombing.

Selama periode 20 April hingga 12 Oktober 2026, operasi tersebut kembali dilaksanakan sebanyak 5.035 kali penerbangan atau flight cycle, dengan melibatkan 38 pesawat yang dioperasikan oleh 11 operator di wilayah yang rawan karhutla.

Kemenhub melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Inayah I hingga Wilayah X juga akan terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta instansi terkait untuk memantau perkembangan situasi.

Lebih lanjut, Kemenhub juga mengimbau masyarakat tetap tenang apabila terjadi penyesuaian jadwal penerbangan akibat kabut asap Penumpang juga diminta memantau. Informasi penerbangan terkini melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.

[Gambas:Video CNN]

(lil/sfr)