Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia meninjau pelaksanaan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dan Program Listrik Desa di Desa Muara Baru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Kamis (15/10).
Kehadiran Bahlil itu memastikan bahwa bantuan menjangkau warga, serta memeriksa perbaikan infrastruktur kelistrikan setempat.
Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) sendiri menyasar 25 ribu rumah tangga di Jabar pada 2026. Dari alokasi tersebut, sebanyak 12.327 rumah tangga telah menikmati aliran listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program ini menyasar keluarga kurang mampu yang belum memiliki sambungan listrik mandiri. Bersamaan dengan penyaluran bantuan, pemerintah memperkuat jaringan melalui program Listrik Desa (Lisdes) untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pasokan.
Di Desa Muara Baru, dukungan Lisdes tahun anggaran 2025 telah memberikan akses kelistrikan langsung kepada 93 rumah tangga.
(Foto: Arsip Kementerian ESDM) |
Selain pemasangan baru, persoalan kualitas pasokan juga menjadi perhatian di Desa Muara Baru. Bahlil mengatakan, wilayah tersebut sebelumnya telah teraliri listrik, tetapi masih menghadapi tegangan rendah.
"Dulu wilayah Desa Muara Baru ini sudah ada listrik, tetapi tegangannya rendah sehingga arus yang masuk tidak maksimal. Melalui program Listrik Desa, kita lakukan penguatan infrastruktur kelistrikan agar pasokan daya menjadi lebih kuat dan optimal. Pemerintah memasang gardu trafo berkapasitas 50 kVA serta menambah tiang-tiang listrik baru," ujar Bahlil.
Alokasi BPBL Jabar tahun ini meningkat dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai 15.831 rumah tangga. Pada 2027, sasaran penerima diproyeksikan kembali bertambah menjadi 30 ribu rumah tangga.
Perluasan bantuan didukung sistem kelistrikan Jabar dengan cadangan daya mencapai 5.184 megawatt. Ketersediaan pasokan menjadi penopang upaya menghadirkan sambungan bagi masyarakat yang belum terlayani secara mandiri.
Di Kabupaten Karawang, target BPBL pada tahun anggaran 2026 ditetapkan sebanyak 683 rumah tangga. Sebanyak 299 rumah telah menyala, sementara 360 lainnya selesai dipasangi instalasi dan menunggu proses penyalaan.
(Foto: Arsip Kementerian ESDM) |
Adapun 24 rumah tangga masih menjalani pemasangan instalasi. Penyaluran tersebut melanjutkan program tahun sebelumnya yang menjangkau 915 rumah tangga di Karawang.
Khusus Kecamatan Cilamaya Wetan, bantuan dialokasikan untuk 52 rumah tangga. Perinciannya, tujuh rumah telah menyala, 41 menunggu penyalaan, dan empat masih dalam proses pemasangan.
BPBL membantu mengatasi hambatan biaya penyambungan awal yang mencapai sekitar Rp2 juta. Kendala tersebut membuat sebagian keluarga berpenghasilan rendah masih bergantung pada sambungan listrik dari rumah tetangga.
Penerima bantuan mendapatkan instalasi listrik rumah secara gratis berupa tiga titik lampu, satu sakelar ganda, satu sakelar tunggal, satu kotak kontak, serta sistem pembumian.
Fasilitas lainnya mencakup pengujian dan penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO), sambungan baru PLN berdaya 900 VA, serta token listrik perdana Rp100.000. Bantuan ini memberikan kesempatan bagi penerima untuk mempunyai sambungan sendiri.
Bahlil menegaskan, keterbatasan akses listrik masih ditemukan di Pulau Jawa, selain wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal atau 3T. Secara nasional, sekitar 11 ribu desa dan jutaan rumah tangga masih membutuhkan intervensi program kelistrikan.
"Program BPBL difokuskan untuk bantuan sambungan rumah tangga, sedangkan program Listrik Desa diperuntukkan bagi desa yang belum memiliki jaringan listrik sama sekali. Secara bertahap dan agresif, Pemerintah akan terus menaikkan target sasaran setiap tahunnya demi memastikan seluruh masyarakat Indonesia menikmati terang listrik yang layak," pungkas Bahlil.
(rea/rir)

