Perhumas Gelar KHI 2026, Dorong Peran Humas Jaga Kepercayaan Publik
Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) akan menggelar Konvensi Humas Indonesia (KHI) 2026 pada Sabtu (17/10). Kegiatan berlangsung di Sumaryo Grand Ballroom, The Sunan Hotel Solo, Surakarta.
KHI 2026 mengusung tema 'Humas sebagai Daya Bangsa: Menenun Kepercayaan, Menggerakkan Indonesia'. Tema ini mengajak insan humas dan komunikasi memperkuat peran strategis profesi kehumasan di tengah dinamika komunikasi yang semakin kompleks.
Perhumas menyelenggarakan konvensi ini bersama Katadata dan didukung Global Alliance for Public Relations and Communication Management. Forum ini mempertemukan praktisi humas, akademisi, pemerintah, media, dunia usaha, komunitas, dan pemimpin komunikasi.
Panitia menargetkan lebih dari 450 peserta dan menghadirkan lebih dari 35 pembicara dari beragam latar belakang. Para peserta akan bertukar perspektif untuk merumuskan pendekatan komunikasi yang relevan dengan tantangan saat ini.
Ketua Umum Perhumas, Boy Kelana Soebroto, menyebut perubahan teknologi dan arus informasi yang kian cepat menjadi tantangan besar bagi profesi humas. Tantangan itu terutama terkait upaya menjaga reputasi dan kepercayaan publik.
"Di era ini perubahan terjadi lebih cepat daripada kemampuan kita untuk memahaminya. Artificial Intelligence berkembang dengan sangat pesat. Informasi bergerak tanpa batas," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10).
Pandangan tersebut menjadi salah satu landasan penyelenggaraan KHI 2026. Di tengah derasnya arus informasi, perkembangan kecerdasan artifisial (AI), dan disinformasi, peran humas tidak lagi terbatas pada penyampaian pesan.
Praktisi humas dituntut menjaga kredibilitas informasi dan membangun hubungan berkelanjutan dengan publik. Mereka juga perlu memastikan komunikasi organisasi berjalan secara etis dan bertanggung jawab.
"Disinformasi menyebar semakin masif. Reputasi yang dibangun bertahun-tahun dapat berubah hanya dalam hitungan menit. Tantangan terbesar yang kita hadapi sesungguhnya adalah krisis kepercayaan," imbuh Boy dalam rangkaian Kick Off KHI 2026 tersebut.
Sebagai informasi, Tema 'Humas sebagai Daya Bangsa' merefleksikan gagasan bahwa kepercayaan merupakan modal penting bagi kemajuan Indonesia. Gagasan itu diturunkan dalam filosofi Weave (Menenun), Knot (Mengikat), dan Movement (Menggerakkan).
Melalui filosofi tersebut, KHI 2026 berupaya menyatukan beragam perspektif dan memperkuat hubungan antarpemangku kepentingan. Forum ini juga mendorong kolaborasi yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.
Pemilihan Surakarta sebagai tuan rumah dinilai selaras dengan semangat tersebut. Kota ini memiliki kekayaan budaya serta nilai kepercayaan, harmoni, dan kolaborasi yang relevan dengan upaya membangun reputasi di tengah masyarakat.
KHI 2026 berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, forum utama mengangkat narasi kebangsaan di era polarisasi, keberlanjutan sebagai fondasi kepercayaan, dan kolaborasi lintas ruang profesi.
Topik lain mencakup integritas humas di era Generative AI, penanganan krisis disinformasi, serta posisi humas Indonesia dalam dinamika global. Forum ini juga membahas arah dan rekomendasi strategis Perhumas untuk 2027.
Rangkaian kegiatan berlanjut pada Minggu (18/10) melalui Pertemuan Humas Muda (Pemuda) 2026. Forum ini ditujukan bagi mahasiswa dan praktisi muda untuk memperluas wawasan, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, dan mempersiapkan kepemimpinan komunikasi masa depan.
Topik yang diangkat meliputi pengelolaan click rage menjadi aksi berdampak dan pemulihan kepercayaan setelah kesalahan komunikasi. Pembahasan lainnya mencakup estafet kepemimpinan PR masa depan serta pengolahan data menjadi narasi yang bermakna.
Kehadiran Pemuda menegaskan pentingnya kolaborasi lintas generasi dalam perkembangan profesi humas. Pengalaman praktisi senior dan gagasan generasi muda diharapkan saling melengkapi untuk melahirkan pendekatan komunikasi yang adaptif, beretika, dan berdampak.
Melalui KHI 2026, Perhumas berharap peserta memperoleh wawasan baru, membangun jejaring, dan menghasilkan gagasan yang dapat diterapkan di berbagai sektor. Forum ini juga diharapkan memperkuat kepercayaan sebagai modal sosial bangsa.
Selain itu, forum ini diharapkan mendorong kontribusi profesi humas bagi pembangunan Indonesia yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan. Informasi lebih lanjut dan pendaftaran tersedia melalui laman berikut.
(rir)