Rupiah Merosot ke Rp18.027 per Dolar AS Buntut Riuh Pengumuman MSCI
Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp18.027 per dolar AS pada perdagangan Jumat (16/10) sore. Mata uang Garuda melemah 89 poin atau 0,50 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS.
Yuan China menguat 0,06 persen, peso Filipina terapresiasi 0,12 persen, ringgit Malaysia naik 0,01 persen, dolar Singapura menguat 0,15 persen, yen Jepang naik 0,03 persen, dan won Korea Selatan terapresiasi 0,75 persen.
Sementara itu, dolar Hong Kong melemah 0,01 persen terhadap dolar AS.
Di antara mata uang utama negara maju, poundsterling Inggris menguat 0,20 persen, dolar Australia terapresiasi 0,50 persen, dolar Kanada naik 0,14 persen, dan franc Swiss menguat 0,23 persen. Sebaliknya, euro Eropa melemah 0,01 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah dipicu sentimen negatif dari dalam negeri, terutama kekhawatiran pasar terhadap potensi penurunan status pasar modal Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
"Rupiah ditutup melemah tajam terhadap dolar AS di tengah sentimen risk-off domestik akibat kekhawatiran penurunan status pasar modal Indonesia oleh MSCI. Pelemahan ini murni dipicu sentimen negatif domestik, sementara indeks dolar AS terpantau menurun seiring meredanya aksi jual obligasi global," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
(lau/sfr)