Wamenko Dradjad Minta Investor Tak Panik Respons Pengumuman MSCI

CNN Indonesia
Jumat, 16 Okt 2026 18:20 WIB
Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo menanggapi proyeksi Bank Dunia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mencapai 5,2 persen pada 2026 dan 2027.
Wamenko Perekonomian Dradjad Hari Wibowo meminta investor domestik tidak panik menyikapi pengumuman Morgan Stanley Capital International terkait pasar modal RI. (CNN Indonesia/Laurent Nabila).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo meminta investor domestik tidak panik menyikapi pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait pasar modal Indonesia.

Dradjad mengatakan investor domestik perlu membangun ketahanan menghadapi gejolak pasar modal dan tidak langsung bereaksi terhadap setiap pengumuman yang mempengaruhi sentimen pasar.

"Saya ingin teman-teman di dalam negeri itu resiliensi, menghitung sendiri," ujar Dradjad di Jakarta, Jumat (16/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dradjad, dana yang diinvestasikan masyarakat di pasar modal bisa berasal dari tabungan untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang, seperti membeli rumah dan membiayai pendidikan anak.

"Tabungan buat nanti beli rumah, tabungan buat nanti biaya anak sekolah dan sebagainya. Nah kalau gampang panik akan rugi. Tapi kalau kita gak gampang panik itu akan bisa lebih aman," ujarnya.

Dradjad menilai investor perlu memiliki perhitungan sendiri agar dapat menentukan langkah investasi tanpa semata-mata mengikuti perubahan sentimen pasar.

Ia juga menyinggung analisis hipotetis mengenai perbedaan perilaku investor yang mudah panik dan investor yang lebih stabil menghadapi gejolak pasar.

Dradjad pun menegaskan pemerintah tetap melanjutkan reformasi tata kelola pasar modal, terlepas dari keputusan MSCI. Terlebih, perbaikan tata kelola dan penegakan hukum tetap menjadi agenda pemerintah.

"Pemerintah tetap melanjutkan reform. Ada atau tidak ada, apapun keputusan dari MSCI kita tetap akan melakukan," ujarnya.

Langkah konkret itu untuk memperbaiki tata kelola pasar modal akan dibahas lebih lanjut oleh pemerintah.

Namun, Dradjad menekankan investor domestik juga perlu memiliki ketahanan agar tidak mudah terpengaruh penilaian dari lembaga indeks global.

"Ya ini nanti akan dibahas, akan dirapatkan. Intinya tata kelola yang perlu kita perbaiki akan kita perbaiki. Tapi kita juga harus punya resiliensi di dalam negeri," terang Dradjad.

[Gambas:Video CNN]

Terkait penegakan hukum, Dradjad menyatakan pemerintah telah menjalankan sejumlah langkah dan akan terus memperkuat penindakan di pasar modal. Ia juga mengatakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) siap memperkuat penegakan hukum.

"Enggak usah dia (MSCI) yang bilang, saya juga bilang dari dulu kita perlu penegakan hukum yang lebih kuat," ujarnya saat ditanya mengenai dorongan MSCI untuk memperkuat penegakan hukum di pasar modal.

Kemudian, George menambahkan sebagian langkah penegakan hukum yang dilakukan pemerintah berkaitan dengan saham milik kelompok konglomerasi besar.

Penguatan penegakan hukum itu bukan hanya untuk memenuhi permintaan MSCI, melainkan juga untuk kepentingan pemerintah.

(lil/sfr)