PNM dan PPI Buka Peluang Ekspansi Pasar Produk Nasabah Mekaar
PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM menjajaki peluang pengembangan akses pasar dan pemasaran produk nasabah binaan PNM bersama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI.
Nota Kesepahaman untuk mendukung usaha ultra mikro itu disepakati di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang pada Jumat (16/10).
Inisiatif ini antara lain berangkat dari pemahaman PNM bahwa membuka akses pasar penting dalam mendorong perkembangan usaha nasabah. Pengalaman mendampingi usaha ultra mikro menunjukkan bahwa pembiayaan dan kemampuan menghasilkan produk perlu berjalan beriringan dengan kesempatan untuk menjangkau lebih banyak pembeli.
"Dalam mendampingi usaha ultra mikro, kami di PNM belajar bahwa memiliki modal dan menghasilkan produk saja belum cukup. Ada tantangan lain yang tidak kalah penting, yaitu bagaimana produk tersebut dapat menjangkau lebih banyak pembeli," ujar Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM, Lalu Dodot Patria Ary.
Hal ini sejalan dengan riset Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada 2025 mengenai usaha mikro dan kecil di Indonesia. Sebanyak 98 persen usaha yang disurvei masih melayani pasar di lingkungan sekitar.
Sisanya, baru 10 persen yang menjangkau pasar nasional, dan 4 persen yang melayani pasar internasional. Angka tersebut menunjukkan besarnya ruang bagi para pengusaha untuk memperluas jangkauan pasar.
Tantangan tersebut diakui dekat dengan keseharian nasabah PNM Mekaar. Banyak perempuan menghasilkan produk mulai dari makanan olahan hingga kerajinan khas daerah, namun belum seluruhnya memiliki akses terhadap jaringan distribusi, pembeli dalam jumlah besar, maupun informasi mengenai kebutuhan pasar yang lebih luas.
Secara khusus, kolaborasi ini mengawinkan dua kekuatan dari masing-masing perusahaan. PNM memiliki kedekatan dengan nasabah serta memahami kebutuhan pengembangan usaha mereka, sementara PPI memiliki pengalaman dan jaringan perdagangan yang dapat menjadi pintu untuk menjajaki peluang pemasaran yang lebih luas.
"Kami melihat adanya potensi sinergi yang saling melengkapi. PNM memiliki kedekatan dengan nasabah dan memahami kebutuhan pengembangan usaha mereka. Sementara itu, PPI memiliki pengalaman dan jaringan perdagangan yang dapat menjadi pintu untuk menjajaki peluang pemasaran yang lebih luas," lanjut Dodot.
Ke depannya, kedua perusahaan akan mengidentifikasi produk-produk potensial milik nasabah PNM Mekaar dan mempertemukannya dengan peluang pasar yang sesuai. Kolaborasi ini juga membuka kesempatan untuk menjajaki pasar nasional hingga ekspor bagi produk yang memenuhi persyaratan.
Nota Kesepahaman ini diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan kolaborasi yang konkret, terukur, dan berkelanjutan. Tindak lanjut kerja sama akan dikembangkan melalui koordinasi unit kerja terkait untuk mengidentifikasi program prioritas, mekanisme pelaksanaan, serta kebutuhan kerja sama lanjutan.
(rea/rir)