KFC Putus Kontrak dengan Pepsi usai 40 Tahun, Diganti Coca-Cola

CNN Indonesia
Minggu, 18 Okt 2026 05:29 WIB
FILE PHOTO: A Kentucky Fried Chicken (KFC) logo is pictured on a sign in North Miami Beach, Florida, U.S. April 6, 2017.   REUTERS/Carlo Allegri/File Photo
KFC menunjuk Coca-Cola sebagai mitra minuman untuk 3.718 gerai di AS, mengakhiri kemitraan dengan PepsiCo yang berjalan sekitar empat dekade. (REUTERS/Carlo Allegri)
Jakarta, CNN Indonesia --

Jaringan restoran cepat saji KFC menunjuk Coca-Cola sebagai mitra minuman untuk gerai di Amerika Serikat (AS). Keputusan ini mengakhiri kemitraan dengan PepsiCo yang sudah berjalan sekitar empat dekade.

KFC memiliki 3.718 gerai di AS. Produk Coca-Cola dijadwalkan tersedia di gerai KFC AS pada musim semi 2027.

Kabar peralihan ini pertama kali diberitakan The Wall Street Journal dengan mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut. Reuters, Kamis (15/10), menjelaskan nilai kerja samanya tidak diungkap.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hubungan KFC dan PepsiCo bermula saat PepsiCo mengakuisisi KFC untuk memperluas bisnis ke makanan dan camilan. PepsiCo kemudian melepas KFC pada 1997, tetapi tetap menjadi mitra minuman bagi induknya, Yum Brands.

Peralihan ke Coca-Cola hanya berlaku untuk gerai KFC di AS. Juru bicara PepsiCo menyebut Yum Brands dan PepsiCo baru saja memperpanjang perjanjian untuk Taco Bell dan gerai KFC International.

Kontrak untuk Taco Bell dikatakan berlaku untuk 10 tahun.

PepsiCo juga memasok minuman untuk jaringan restoran sandwich Subway dan Jersey Mike's Subs. Perusahaan itu turut mengelola dispenser soda di Pizza Hut, yang tahun ini keluar dari naungan Yum Brands.

Sementara itu, Coca-Cola sudah lama menjadi mitra minuman jaringan restoran burger McDonald's dan Wendy's.

Pukulan bagi PepsiCo

Lepasnya KFC AS dinilai bisa menjadi kemunduran bagi PepsiCo, yang tengah berupaya memperbaiki penjualan soda di negara tersebut. Di saat yang sama, bisnis camilan PepsiCo tertekan harga tinggi dan pergeseran konsumen ke produk yang lebih sehat.

Kenaikan biaya juga menambah kekhawatiran CEO PepsiCo Ramon Laguarta, yang awal bulan ini menyebut pemulihan pertumbuhan dan margin memakan waktu lebih lama dari rencana.

PepsiCo juga tengah disorot investor aktivis Elliott Investment Management. Elliott, yang mengungkap kepemilikan sahamnya tahun lalu, meminta PepsiCo menjual aset berkinerja buruk dan memperbaiki kinerja di Amerika Utara.

Jay Woods, kepala strategi pasar Freedom Capital Markets, perusahaan yang memegang saham Coca-Cola, menilai peralihan ini menjadi sinyal buruk bagi PepsiCo.

(fea/fea)
placeholder