Pemerintah Kembangkan KSIGN Rote Ndao, Kejar Swasembada Garam

Kemenko Pangan | CNN Indonesia
Sabtu, 17 Okt 2026 19:37 WIB
Menko Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, saat meninjau KSIGN di Rote Ndao, NTT, Kamis (30/7). (Foto: Arsip Kemenko Pangan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah mengembangkan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (KSIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, untuk mencapai swasembada garam. Proyek itu diharapkan mengurangi ketergantungan terhadap garam impor sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

Pembangunan KSIGN kini memasuki Tahap II dengan pengembangan lahan seluas 751,32 hektare. Bersama Tahap I, total kawasan yang dibangun pemerintah mencapai 1.368,25 hektare.

Kawasan itu berpotensi dikembangkan hingga 10.764 hektare melalui kolaborasi pemerintah dan sektor swasta. KSIGN dirancang sebagai kawasan industri garam modern dan terintegrasi.

Produktivitasnya ditargetkan mencapai 200 ton per hektare per tahun dengan kadar NaCl hingga 97 persen. Garam tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan industri maupun konsumsi dalam negeri.

Fasilitas yang telah ditinjau pemerintah mencakup tambak garam modern dan Gudang Garam Nasional berkapasitas 10.000 ton. Pemerintah menargetkan produksi garam dimulai pada September 2026.

Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat meninjau KSIGN beberapa waktu lalu. Ia menilai Indonesia dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia semestinya mampu memenuhi kebutuhan garam secara mandiri.

Menurut Zulhas, sapaan akrabnya, industri garam modern menjadi langkah strategis agar nilai ekonomi komoditas itu dinikmati masyarakat dalam negeri. Pembangunan kawasan tersebut juga bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kedaulatan pangan.

"Kalau terus impor, nilai ekonominya mengalir ke negara lain. Padahal kita memiliki potensi luar biasa. Sudah saatnya masyarakat pesisir menjadi pelaku utama yang menikmati kekayaan alam Indonesia," ujarnya seperti dikutip dari detikcom, Sabtu (17/10).

Dalam peninjauan itu, Zulhas didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto. Wakil Ketua Komisi IV DPR, Daniel Johan, dan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, turut hadir.

KSIGN juga disiapkan untuk menyerap tenaga kerja lokal. Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menyiapkan pelatihan dan sertifikasi agar masyarakat terampil mengelola industri garam modern.

Salah seorang warga Rote Ndao, Nixon, mengaku optimistis kehadiran KSIGN akan mengubah masa depan daerahnya.

"Kami bersyukur karena Rote dipilih menjadi kawasan industri garam nasional. Anak-anak muda nanti tidak perlu jauh mencari pekerjaan. Kami ingin garam dari Rote bisa memenuhi kebutuhan Indonesia dan menjadi kebanggaan daerah kami," ucap dia.

Zulhas berharap seluruh pemangku kepentingan menjaga kawasan itu sebagai investasi jangka panjang bagi bangsa. Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah, aparat, dan masyarakat.

Dalam Testimoni Pembangunan K-SIGN Rote Ndao, ia pun menulis agar proyek itu dirawat bersama untuk kemakmuran rakyat NTT. Sementara Yandri menulis tentang garam rakyat yang membangun desa.

"Kalau kawasan ini berhasil, bukan hanya Rote yang maju. Indonesia akan semakin mandiri memenuhi kebutuhan garamnya, impor bisa terus ditekan, ekonomi daerah tumbuh, dan masyarakat pesisir memperoleh manfaat yang nyata," pungkas Zulhas.

(rir)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK