AGRIFOOD FORUM 2026

Menko Zulhas Ungkap Alasan Prabowo Genjot Swasembada Pangan

CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 13:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan di CNN Indonesia Agrifood Forum 2026
Menko Pangan Zulhas menjelaskan pentingnya swasembada pangan untuk kedaulatan Indonesia. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. (FOTO:Tangkapan Layar Youtube CNN Indonesia TV).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) beberkan alasan Presiden RI Prabowo Subianto genjot program swasembada pangan.

"Kenapa harus swasembada? Karena swasembada itu kedaulatan. Kedaulatan itu kehormatan," ujar Zulkifli dalam acara Agrifood Forum 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (19/10).

Zulhas menjelaskan urusan makan tak sekadar apa yang disajikan di meja, melainkan gambaran tentang peradaban suatu masyarakat atau bangsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tidak ada negara maju tanpa berdaulat di bidang pangannya. Enggak ada. Oleh karena itu, kebijakan utama Bapak Prabowo adalah kita harus swasembada pangan," jelas Menko Pangan.

Maka, swasembada hadir sebagai upaya membentuk kedaulatan. Zulfikli menyebut kedaulatan ini sama seperti kehormatan. Entah itu untuk presiden, jajaran menteri, masyarakat, hingga para petani, nelayan, dan peternak.

Menko Pangan ini lalu menjelaskan kondisi impor Indonesia sebelum adanya kebijakan yang berfokus pada swasembada pangan. Ia mengatakan bahwa hampir seluruh jenis pangan dulunya diimpor dari luar.

[Gambas:Youtube]

"Kita impor beras 2024 empat setengah juta ton. Kita impor gula enam juta 2024. Kita impor garam hampir tiga juta ton. Kita impor kedelai hampir tiga juta ton. Kita impor terigu, kalau terigu memang kita akui karena kita tidak bisa, 13 juta ton," sebut Zulhas.

Namun, kebijakan impor ini menurutnya menguntungkan produsen luar. Sementara itu, petani, nelayan, dan peternak di Indonesia justru menjadi tidak produktif dan miskin. Zulhas kemudian mencontohkan angka nilai tukar petani pada 2024.

"Saya ambil contoh petani padi, jagung pada 2024, nilai tukarnya (nilai tukar petani) 116. Itu bisa makan tapi tidak bisa menyekolahkan anaknya dengan baik," sebutnya.

Melalui kebijakan swasembada pangan yang digenjot Presiden, harapannya Indonesia tak perlu lagi mengimpor beras dan jagung. Alhasil, itu akan berdampak pada kesejahteraan petani, dilihat dari kenaikan nilai tukarnya menjadi 125 pada 2025 dan 131 pada 2026.

"Petani kita sudah lumayan. Dia bisa makan yang bergizi. Dia sudah bisa belikan pakaian anak-anaknya. Dia sudah bisa menyekolahkan anak-anaknya dengan bagus. Bahkan, dia sudah bisa ngangsur motor," klaim Zulhas.

Upaya pemberian sokongan terhadap produsen lokal pun juga akan diarahkan kepada nelayan. Misalnya melalui pembangunan Kampung Nelayan sehingga dapat memberikan dukungan sarana, prasarana, dan modal yang berpihak pada nelayan.

Pemerintah juga disebut akan mempercepat produksi susu dan daging di tahun 2026. Zulhas berharap, percepatan ini dapat diupayakan melalui penggabungan sawit dengan penggembongan sapi dan sebagainya.

CNN Indonesia menggelar Agrifood Forum 2026 bertajuk "Swasembada Protein & Peluang Pangan Global" hari ini, Senin (19/10) di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan.

Forum ini menghadirkan sejumlah menteri, pejabat pemerintah, dan pimpinan BUMN untuk membahas penguatan swasembada protein, ketahanan pangan, serta peluang meningkatkan daya saing industri pangan Indonesia di pasar global.

Rangkaian acara berlangsung dalam tiga sesi utama. Sesi pertama bertajuk "Protein untuk Indonesia", dilanjutkan keynote speech dan diskusi bersama Menko Pangan Zulkifli Hasan, serta panel ketiga bertajuk "Dari Swasembada ke Daya Saing Pangan".

Melalui Agrifood Forum 2026, CNN Indonesia menghadirkan ruang dialog lintas sektor untuk membahas strategi memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus mendorong industri pangan Indonesia semakin kompetitif di pasar global.

(mou/ins)
placeholder