Kemenko Perekonomian Kawal Pemulihan Desa Adat Sade Pascakebakaran

Kemenko Perekonomian | CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 13:31 WIB
(Foto: Arsip Kemenko Perekonomian)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) turut ambil peran dalam pemulihan Desa Adat Sade di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mengalami bencana kebakaran pada akhir Agustus 2026.

Meski masa tanggap darurat telah berakhir pada 20 September lalu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso menegaskan bahwa pihaknya tetap melanjutkan pembahasan teknis dengan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB yang diwakili Asisten Daerah Lalu Moh. Fauzal serta jajaran Pemprov NTB dalam upaya menjadikan kehidupan warga kembali normal.

"Kemenko Perekonomian mengoordinasikan Kementerian/Lembaga (K/L), Pemerintah Daerah, BUMN, dan juga mitra lainnya, untuk memastikan kebutuhan pendanaan, kesesuaian desain, jadwal penyelesaian, serta pembagian peran antar pihak agar pembangunan kembali bangunan di sana dapat terlaksana dengan baik," kata Susiwijono dalam kunjungan ke Desa Adat Sade pada awal Oktober 2026.

Salah satu hal yang jadi pembahasan dalam kunjungan adalah rekening-rekening bank yang akan digunakan untuk menerima penyaluran bantuan dari para donatur, baik rekening penampungan maupun rekening khusus bagi setiap kepala keluarga terdampak.

Susiwijono menambahkan bahwa dari sisi rekonstruksi, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) yang berkolaborasi dengan Universitas Mataram dan komunitas adat telah menyelesaikan desain pembangunan kembali.

Desain itu nantinya akan diimplementasikan dengan pendampingan teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

"Penanganan kini difokuskan pada implementasi desain dengan fokus utama pembangunan kembali rumah adat dan fasilitas umum, penyediaan infrastruktur utilitas dan keselamatan, serta pemulihan ekonomi masyarakat dengan tetap menjaga karakter budaya Sade," pungkas Susiwijono.

Hingga 9 Oktober 2026, sebanyak 40 dari 75 rumah adat telah dibangun kembali dan terpasang atapnya. Masjid, museum, bale bengong, dan toilet umum juga sudah dikerjakan.

Sementara itu, aktivitas ekonomi masyarakat sudah mulai menggeliat kembali, yang didukung bantuan berupa bahan baku, modal usaha, dan alat produksi dari Kementerian Pariwisata.

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK