Masih Temukan Kendala, Bos KAI Minta INKA Tuntaskan Masalah KRL

CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 13:55 WIB
KAI meminta PT Industri Kereta Api (persero) atau INKA menuntaskan kendala teknis pada rangkaian kereta rel listrik (KRL) produksinya. (Foto: CNN Indonesia TV)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Kereta Api Indonesia (persero) atau KAI meminta PT Industri Kereta Api (persero) atau INKA menuntaskan kendala teknis pada rangkaian kereta rel listrik (KRL) produksinya.

KAI menyatakan masih menemukan sejumlah catatan teknis setelah rangkaian KRL buatan INKA kembali beroperasi.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan pihaknya menangani persoalan tersebut dengan serius. Menurutnya, setiap gangguan sarana yang berdampak pada perjalanan pelanggan harus di evaluasi dan ditindaklanjuti hingga tuntas.

"Kami membutuhkan tindak lanjut yang cepat dan tuntas. Setiap kendala harus diketahui akar masalahnya, kemudian diselesaikan dengan langkah kolektif yang tepat. KAI akan terus mengawal proses ini sampai kendala rangkaian benar-benar dapat dijaga dalam operasional," ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Jum'at (16/10).

Bobby juga mengatakan KAI telah meminta INKA memastikan setiap langkah perbaikan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan evaluasi teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menegaskan dukungan terhadap industri perkeretaapian nasional juga harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab dalam menjaga kualitas produk, terutama sarana yang digunakan untuk melayani syarikat setiap hari.

"Kami mendukung kemajuan a industri perkeretaapian nasional. Namun, ketika sebuah sarana sudah digunakan untuk membawa masyarakat setiap hari, standar keselamatan dan kendalanya harus dijaga secara konsisten. Ini adalah hal yang kami minta kepada INKA untuk dipastikan," katanya.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan 7 trainset KRL iE305/CLI-225 produksi INKA telah menjalani pemeriksaan dan perawatan secara bertahap.

Rangkaian terakhir menyelesaikan program tersebut pada 5 Oktober 2026. Seluruh 7 trainset kemudian kembali mendukung pelayanan KRL Bogor mulai 6 Oktober 2026.

Meski demikian, KAI masih mencatat sejumlah kendala teknis setelah rangkaian kembali beroperasi. Temuan tersebut telah disampaikan kepada INKA untuk ditangani lebih lanjut.

"Masih terdapat beberapa catatan teknis setelah rangkaian kembali beroperasi. Seluruh temuan tersebut kami sampaikan kepada INKA untuk ditangani. Tim KAI terus melakukan pemantauan agar setiap tindak lanjut dapat diuji langsung melalui performa rangkaian dalam pelayanan," ujar Anne.

Anne juga mengatakan keandalan sarana menjadi semakin penting seiring meningkatnya jumlah pengguna KRL Jabodetabek 2026.

Sepanjang Januari-September 2026, KRL Jabodetabek melayani 270.892.261 pelanggan, meningkat 6,02 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025 sebanyak 25.520.949 pelanggan.

Menurut Anne gangguan pada suatu layanan dapat berdampak pada perjalanan lainnya, terutama saat jam sibuk ketika kebutuhan mobilitas masyarakat meningkat.

Dalam kondisi saat terjadi kendala, KAI melakukan pengaturan perjalanan dan penyesuaian operasional untuk menjaga kelancaran layanan serta meminimalkan dampak terhadap pelanggan.

KAI juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak gangguan perjalanan. Perusahaan menyatakan akan terus memantau kinerja rangkaian KRL INKA dan mengawal proses perbaikan bersama dengan pihak manufaktur.

"Yang kami minta jelas yaitu penyelesaian harus sampai tuntas dan hasilnya harus terlihat pada performa rangkaian di lapangan. Pelanggan membutuhkan kepastian bahwa sarana yang digunakan setiap hari dapat diandalkan. Itu yang akan terus kami kawal," tegas Bobby.

[Gambas:Video CNN]

(lil/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK