Amran Beber Beda Tugas Dua Wamentan
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membeberkan pembagian tugas dua wakilnya di Kementan.
Wamentan I Muhammad Saleh Mustafa akan berfokus pada pelaksanaan program seperti pompanisasi dan cetak sawah, sedangkan Wamentan II Alim Setiawan Slamet mendapat tugas mendorong produktivitas pertanian, pengembangan kedelai, dan bawang putih.
Amran menyampaikan pembagian tugas tersebut setelah menerima Alim di Kantor Kementan menyusul pelantikannya oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (15/10) silam.
"Beliau (Wamentan Alim) fokus pada peningkatan produktivitas, kedelai, kemudian PM-AAS (Pertanian Modern Advanced Agriculture System), kemudian bawang putih, yang belum swasembada, kolaborasi kita dengan seluruh perguruan tinggi seluruh Indonesia," kata Amran dalam konferensi pers di Kementan, Jakarta Selatan, Senin (19/10).
Sementara itu, Saleh yang berlatar belakang militer bertugas mengeksekusi sejumlah program pemerintah, termasuk pompanisasi dan pencetakan sawah baru.
"Wamen I, Pak Letnan Jenderal Saleh Mustafa, itu fokus mengeksekusi target-target, pompanisasi, cetak sawah," tuturnya.
Alim mengatakan salah satu fokus tugasnya adalah mengembangkan pertanian modern melalui inovasi, riset, dan pemanfaatan teknologi. Ia ingin memperkuat kolaborasi Kementan dengan perguruan tinggi untuk menguji teknologi yang berpotensi meningkatkan hasil produksi.
Salah satu program yang akan dikembangkan adalah PM-AAS). Menurut Alim, pendekatan tersebut berpotensi menghasilkan produktivitas padi di atas 10 ton per hektare.
"Karena produktivitasnya sangat menjanjikan, bisa di atas 10 ton per hektare, bahkan lebih," kata Alim dalam kesempatan sama
Selain peningkatan produktivitas padi, Alim mendapat tugas mengembangkan kedelai dan bawang putih. Untuk kedelai, ia menyebut peningkatan produksi dalam negeri menjadi salah satu arah kebijakan untuk mengurangi ketergantungan pada impor.
Upaya tersebut akan mencakup pengembangan varietas unggul, penyusunan standar operasional prosedur (SOP), riset, serta perluasan produksi. Alim juga berencana melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan perguruan tinggi dalam pengembangan teknologi pertanian.
Dalam waktu dekat, ia berencana menemui Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto untuk membahas peluang kerja sama antara pemerintah dan perguruan tinggi.
"Saya ingin sowan dan juga ingin minta izin agar nanti kolaborasi dengan perguruan tinggi dengan pemerintahan lebih erat lagi," ujarnya.
Alim resmi dilantik menjadi wamentan oleh Prabowo di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (15/10). Sebelum masuk kabinet, ia menjabat Rektor IPB University. Dengan pelantikan tersebut, Amran kini didampingi dua wakil menteri, yakni Saleh Mustafa dan Alim Setiawan Slamet.
(del/ins)