AGRIFOOD FORUM 2026

Cara Mendes PDT Yakinkan Gen Z Bangun Desa

CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 15:07 WIB
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto di CNN Indonesia Agrifood Forum 2026
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto ungkap caranya untuk meyakinkan Generasi Z untuk ikut dalam inisiatif pembangunan desa. (Tangkapan Layar Youtube CNN Indonesia TV).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto ungkap caranya untuk meyakinkan Generasi Z untuk ikut dalam inisiatif pembangunan desa.

"Jadi Gen Z juga kita libatkan, bukan hanya sekedar ini, kami ada dua pola, pendampingan dan pemberdayaan," ujar Yandri dalam acara Agrifood Forum 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (19/10).

Pendampingan dan pemberdayaan ini diupayakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal atau Kemendes PDT melalui berbagai usaha. Salah satunya dengan pelaksanaan Festival Duta Desa Gen Z.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah sebulan jalan ini, nanti puncaknya Januari 2027. Kita ingin melibatkan Gen Z itu melek tentang desa, jangan mereka menganggap desa itu dipandang sebelah mata atau malu menjadi orang desa atau malu tinggal di desa," jelasnya.

Yandri juga mencontohkan salah satu diskusinya dengan mahasiswa di sebuah kampus di Cilegon. Dalam kesempatan tersebut, ia melontarkan pertanyaan kepada mahasiswa tentang keinginan mereka untuk pulang ke desa.

Namun, dalam diskusi tersebut, ia juga menyinggung soal bagaimana pendapatan desa mengalahkan orang kota dan mengajak mereka untuk bergabung dalam membuat desa-desa ekspor, tematik, dan wisata.

"Kita ingin memastikan perlu banyak contoh, karena kalau enggak ada contoh orang tidak percaya, makanya saya banyak kasih contoh anak-anak muda yang berhasil kembali ke desa dengan pendapatan yang mengalahkan orang kota," ungkap Yandri.

Tak hanya melalui metode berkeliling, Yandri juga menyebutkan program lainnya dari Kemendes PDT, yakni Program Pemuda Bangun Desa, Bangun Indonesia.

"Kita kirim ke Jepang, kami punya kuota sekarang 45 ribu. Kita cari pemuda-pemuda di desa itu yang dari sisi kemampuan akademiknya bagus, tapi mungkin tidak bisa melanjutkan kuliah, nah kita kirim ke Jepang," katanya.

Upaya-upaya ini pada akhirnya menjadi cara Kemendes PDT untuk mengubah pola pikir masyarakat untuk tidak minder menjadi orang desa.

"Karena sejatinya, coba lihat konglomerat-konglomerat di Indonesia ini, hampir semua itu tidak besar di kota. Tapi, pertambangan ada di desa, perkebunan ada di desa, pertanian ada di desa, peternakan ada di desa," tutupnya.

(mou/agt)
placeholder