Surplus Dagang Capai US$7,25 Miliar, Zulhas Optimistis Ekonomi Tumbuh

Kemenko Pangan | CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 16:09 WIB
Kemenko Pangan
(Foto: Arsip Kemenko Pangan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan optimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia. Optimisme itu didukung oleh catatan pertumbuhan ekonomi yang tetap positif, peningkatan kinerja ekspor, hingga konsistensi surplus neraca perdagangan di tengah ketidakpastian global.

Semangat itu disampaikan Zulhas saat membuka Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Tangerang.

Pada semester I 2026, perekonomian Indonesia tumbuh 5,45 persen. Sementara di sepanjang Januari-Agustus 2026, neraca perdagangan mencatat surplus US$7,25 miliar. Nilai ekspor mencapai US$193,64 miliar, tumbuh 4,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penguatan ekspor penting untuk mendorong pertumbuhan, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Di sektor pangan, kita perlu meningkatkan produktivitas dan nilai tambah agar peluang perdagangan ikut dirasakan petani, nelayan, serta pelaku usaha lokal," ujar Zulhas.

TEI sendiri dirancang menjadi ruang penting untuk mempertemukan produk dan jasa Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara, serta menunjukkan kesiapan Indonesia menjadi bagian dari rantai pasok global.

Pemerintah juga mendorong eksportir memanfaatkan perjanjian perdagangan yang telah berlaku, memperluas akses ke pasar nontradisional di Afrika, Amerika Latin, Asia Selatan, dan Eropa Timur, serta meningkatkan promosi melalui perwakilan Indonesia di luar negeri.

Zulhas mengingatkan, kerja sama perdagangan harus menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat. Akses pasar perlu ditopang oleh kemudahan prosedur ekspor dan pembiayaan.

Menurutnya, pemerintah juga perlu membantu pelaku usaha yang tengah berkembang agar mampu memenuhi kebutuhan pasar, serta membangun hubungan dagang yang berkelanjutan.

Kemudian, Zulhas mendorong penguatan ekspor beriringan dengan hilirisasi agar sumber daya alam Indonesia menghasilkan nilai tambah di dalam negeri.

Selain itu, pemerintah diminta membuka ruang kerja sama untuk pengembangan investasi, transisi energi, dan teknologi digital sebagai fondasi ekonomi masa depan.

Arah kebijakan tersebut diharapkan mendukung penciptaan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, dan memperkuat ekonomi daerah.

Sementara di sektor pangan, Zulhas menyampaikan peningkatan Nilai Tukar Petani (NTP) dari 116 pada 2024 menjadi 131 pada data terbaru tahun ini. Capaian tersebut perlu dijaga melalui peningkatan produktivitas dan nilai tambah, termasuk memperkuat kesejahteraan nelayan.

"Berdasarkan capaian sampai dengan hari ini serta visi pemerintah ke depan, kita optimistis perdagangan dan investasi akan meningkat, dan perekonomian Indonesia semakin berkembang," pungkas Zulhas.

Pada kesempatan yang sama, Menko Pangan juga memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para eksportir penerima penghargaan Primaniyarta, buyers penerima Primaduta, serta para kepala daerah dan perwakilan RI yang dinilai mendukung ekspor nasional.

Zulhas pun mengajak seluruh peserta TEI 2026 untuk menawarkan produk-produk unggulan terbaik, memberikan pelayanan yang responsif, serta memastikan kesiapan kapasitas produksi agar peluang transaksi selama pameran dapat berkembang menjadi kerja sama bisnis dalam jangka panjang.

(rea/rir)
placeholder