Bahlil Beber Kendala Distribusi BBM di Sejumlah Daerah di Indonesia

CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 21:12 WIB
Menteri ESDM Bahlil beberkan kendala distribusi BBM di Indonesia, termasuk antrean di SPBU. Meski begitu, cadangan nasional diklaim aman. (FOTO:CNN Indonesia/ Kadafi).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membeberkan sejumlah faktor yang menyebabkan distribusi bahan bakar minyak (BBM) terkendala di sejumlah wilayah di Indonesia, hingga berpotensi menyebabkan antrean panjang di SPBU.

Bahlil yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi mengatakan, pihaknya sudah melakukan evaluasi terkait adanya peristiwa antrean panjang di SPBU di beberapa daerah di Indonesia, tidak hanya Pulang Bali, tetapi juga di Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi.

"Di Bali kita lakukan evaluasi, alhamdulillah sudah bisa kita urai," kata Menteri Bahlil, saat konferensi pers usai melakukan rapat di depo atau Terminal BBM Pesanggaran Pertamina, di Kota Denpasar, Bali, Senin (19/10).

"Nah, memang tadi ada juga kita bahas tentang beberapa tempat di wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera," imbuhnya.

Bahlil juga mendapat laporan dari Direktur Utama Pertamina bahwa proses distribusi BBM terkendala kondisi sungai imbas cuaca kemarau. Hal itu membuat sungai mengalami kedangkalan, sehingga memengaruhi proses distribusi menggunakan kapal.

"Tadi Pak Dirut Pertamina menyampaikan kepada saya, ada beberapa wilayah yang tadinya kita distribusi kapal pakai sungai, sekarang sebagian sungai itu mengalami pendangkalan akibat cuaca. Karena pendangkalan, maka tadinya kapal yang bisa masuk dengan skala besar, itu tidak bisa lagi," jelas Bahlil.

Terkait kondisi tersebut, Bahlil membeberkan upaya yang dilakukan Pertamina, termasuk mengalihkan proses distribusi dari menggunakan kapal ke transportasi darat. 

"Jadi kita mengalihkan dengan transportasi darat, dan itu sebagian memakan waktu. Tapi sekalipun demikian, kita akan melakukan maksimal agar hal-hal yang tidak diinginkan itu tidak terjadi lagi," ungkapnya.

Menko Hilirisasi dan Transisi Energi itu juga menegaskan bahwa cadangan BBM secara nasional masih di atas 16 hari hingga 18 hari. 

"Jadi overall tidak ada sesuatu yang harus kita khawatirkan secara cadangan nasional. Sekarang distribusinya kita perlancar. Jadi distribusi dari satu kota ke kota yang lain, ini yang saya minta kepada Pertamina untuk menambah armada," ujar Bahlil.

(kdf/ins)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK