Kemenko Pangan Promosikan Susu Kambing di Trade Expo Indonesia 2026

Kemenko Pangan | CNN Indonesia
Senin, 19 Okt 2026 18:40 WIB
Kemenko Pangan
Foto: Arsip Kemenko Pangan
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) mempromosikan potensi susu kambing sebagai alternatif pangan bergizi sekaligus komoditas peternakan bernilai tambah tinggi dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap susu kambing sekaligus membuka peluang pengembangan usaha peternakan kambing perah di pasar domestik dan internasional.

Promosi tersebut dikemas melalui talkshow interaktif dan edukasi publik di anjungan Kemenko Pangan. Mengusung tema "Susu Kambing dari Pesantren ke Gaya Hidup Modern", kegiatan yang difasilitasi Analis Kebijakan Ahli Madya Fatma Puspitasari itu mengajak pengunjung mengenal manfaat dan potensi susu kambing sebagai pilihan pangan bagi berbagai kalangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam kegiatan ini, pengunjung tidak hanya mendapatkan informasi mengenai kandungan gizi dan keunggulan daya cerna susu kambing, tetapi juga berkesempatan mencicipi berbagai produk olahan.

Antusiasme datang dari beragam kalangan, mulai dari pelaku usaha dan pembeli hingga masyarakat umum yang tertarik mengetahui potensi bisnis komoditas tersebut.

"Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong pemahaman masyarakat tentang pentingnya diversifikasi protein hewani untuk mendukung ketahanan pangan dan kualitas hidup. Susu kambing punya potensi besar untuk melengkapi kebutuhan nutrisi sekaligus menggerakkan ekonomi peternak rakyat," ujar Fatma dalam keterangannya dikutip Selasa (19/10).

Peluang pengembangan susu kambing Indonesia juga mendapat perhatian dari calon mitra internasional. Misi dagang Nigeria yang mengunjungi anjungan Kemenko Pangan menunjukkan ketertarikan terhadap produk susu kambing Indonesia yang dinilai memiliki kandungan gizi tinggi dan mudah dicerna.

Ketertarikan tersebut membuka peluang bagi peternak kambing perah dan pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pemasaran ke pasar global, termasuk kawasan Afrika.

Kambing sendiri memiliki peran penting di sejumlah negara Afrika, baik dalam aspek ekonomi dan sosial maupun ketahanan pangan.

Negara-negara di kawasan Afrika Utara dan Afrika Timur juga menjadi pasar potensial bagi komoditas kambing dan domba, seiring tingginya konsumsi daging ruminansia kecil serta permintaan musiman pada hari besar keagamaan.

Potensi tersebut turut menjadi peluang untuk memperkenalkan inovasi produk susu kambing Indonesia ke pasar Afrika, sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah hasil peternakan dalam negeri.

Selain mengangkat manfaat susu kambing, kegiatan di anjungan Kemenko Pangan membahas perkembangan peternakan kambing perah rakyat, inovasi produk olahan, serta penguatan akses pasar. Salah satu aspek yang menjadi perhatian ialah peningkatan kualitas induk kambing perah agar lebih produktif.

Di anjungan Kemenko Pangan, pengunjung dapat mencicipi langsung tiga racikan unggulan: susu kambing herbal dari Etawalin, susu kambing dengan krim dari Capriva, dengan keunggulan bebas dari campuran maltodextrin, bebas bahan pengawet, serta memiliki rasa manis alami tanpa gula tambahan.

Dalam kegiatan ini juga tersaji susu kambing segar Mendha Milk asal Banyumas. Pengunjung juga berdialog langsung dengan peternak dan pelaku usaha untuk mendapatkan informasi valid soal proses produksi, jaminan mutu, hingga prospek bisnis.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa promosi pangan melalui pameran bukan sekadar display produk, melainkan ruang dialog yang mempertemukan pemerintah, peternak, produsen, dan konsumen.

Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Karsan menyampaikan bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat, Kemenko Pangan mendorong peningkatan daya saing produk peternakan melalui peningkatan produksi, perluasan pemasaran dan kualitas.

"Kemenko pangan akan mengawal usaha-usaha yang dilakukan oleh para pelaku peternak kambing domba untuk berinovasi dalam memproduksi dan mengolah produk domba, kambing sehingga pada akhirnya masyarakat menjadi sangat mengenal dan terbiasa mengkonsumsinya," ujar Karsan.

Partisipasi Kemenko Pangan di Trade Expo Indonesia merupakan bagian dari upaya memperluas promosi komoditas pangan strategis nasional dan mengenalkan inovasi pangan kepada masyarakat luas dan calon mitra usaha global.

Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, diharapkan minat masyarakat terhadap produk peternakan dalam negeri, khususnya susu kambing, semakin meningkat untuk mewujudkan ekosistem pangan yang lebih beragam, bergizi, dan berkelanjutan.

(inh)