Bahlil Sebut Harga Minyak RI ICP Tembus US$100 per Barel
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi merangkap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) menembus US$100 per barel.
"Kita tahu bahwa kondisi global sampai dengan sekarang kondisinya semakin tidak menentu. Hari ini, ICP sudah tembus di angka US$100 per barel, di angka US$106, US$105 per barel," ujar Bahlil usai menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10).
Kendati demikian, Bahlil menerangkan rata-rata ICP sejak awal tahun hingga Oktober masih di kisaran US$91-US$92 per barel. Pada September lalu, Kementerian ESDM menetapkan ICP sebesar US$112,81 per barel.
ICP sendiri merupakan salah satu asumsi makro yang digunakan dalam menyusun APBN, terutama dalam perhitungan penerimaan negara dari sektor hulu migas serta subsidi.
Selain itu, ICP juga menjadi cerminan harga minyak mentah global yang mempengaruhi pergerakan harga BBM non-subsidi.
Selanjutnya, Bahlil menerangkan cadangan nasional BBM RON 90 alias Pertalite masih di kisaran 16 hingga 20 hari.
"Selebihnya untuk bentuk BBM yang lain itu rata-rata di atas 20 hari," ujarnya.
Cadangan nasional merupakan cadangan yang terus bergerak seiring disalurkannya BBM ke masyarakat dan masuknya pasokan baru dari kilang.
Terkait pasokan BBM di Bali yang sempat terkendala, Bahlil telah meminta agar operator menaikan cadangan BBM-nya dari saat ini 11-12 hari menjadi 15 hari.
"Saya minta untuk satu minggu ke depan (cadangan BBM Bali) bisa mencapai dengan 15 hari, sehingga dia betul-betul sama dengan standar nasional. Problemnya adalah memang kemarin terjadi kapal yang terlambat masuk dari Jawa ke Bali untuk menyuplai," ujar Bahlil.
(del/sfr)