Pertamina Tambah Kapal Distribusi, Stok BBM Bali Diklaim Aman 15 Hari
PT Pertamina (Persero) memperkuat pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali untuk mempercepat pemulihan layanan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Upaya tersebut dilakukan melalui penambahan armada pengangkut, optimalisasi infrastruktur distribusi, serta koordinasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pasokan BBM di Bali mulai pulih. Hal itu disampaikan saat meninjau Fuel Terminal Sanggaran bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Senin (19/10).
Bahlil mengatakan stok BBM di Bali kini telah ditingkatkan dari 11 hari menjadi 15 hari. Peningkatan cadangan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
"Alhamdulillah, puji Tuhan, untuk di Bali sudah bisa teratasi. Tadi saya minta Pertamina untuk menaikkan status yang tadinya 11 hari menjadi 15 hari, dan sore ini sudah tercapai. Jadi stok kita di Bali aman 15 hari," ujar Bahlil.
Untuk mempercepat pemulihan distribusi, Pertamina menambah jumlah kapal pengangkut BBM dari Jawa menuju Bali, dari sebelumnya tiga kapal menjadi tujuh kapal.
Perusahaan juga mengoptimalkan operasional Fuel Terminal Manggis dan Fuel Terminal Sanggaran untuk memperkuat penerimaan, penyimpanan, dan penyaluran BBM ke berbagai wilayah di Pulau Dewata.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan kelancaran pasokan dan distribusi energi menjadi prioritas perusahaan, terutama untuk menopang mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi Bali yang bergantung pada sektor pariwisata serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Kami meyakini bahwa energi adalah denyut nadi dari perekonomian, khususnya di Pulau Bali, untuk membantu sektor pariwisata, UMKM, termasuk aktivitas ekonomi lainnya," kata Simon.
"Pertamina berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan penyaluran dan distribusi energi serta memastikan seluruh wilayah dapat dilayani dengan baik," tambah Simon.
Simon menambahkan Pertamina terus mengevaluasi dan memperkuat seluruh rantai pasok BBM, mulai dari pengadaan, pengangkutan, penyimpanan, hingga penyaluran kepada masyarakat. Upaya tersebut melibatkan koordinasi antarentitas Pertamina Group untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Di sisi lain, Gubernur Bali I Wayan Koster mengapresiasi langkah cepat Pertamina dan kerja sama berbagai pihak dalam memulihkan distribusi BBM. Menurut dia, sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat turut membantu memperlancar pelayanan di SPBU.
"Sejak Sabtu dan Minggu, suplai ke SPBU secara umum berjalan lancar dan antrean sudah tidak banyak lagi," ujar Koster.
Koster menjelaskan sejumlah kebijakan pengaturan aktivitas masyarakat turut mendukung kelancaran pelayanan BBM. Kebijakan tersebut mencakup penerapan bekerja dari rumah, pembelajaran daring, serta pengisian BBM berdasarkan nomor kendaraan ganjil-genap.
Aturan ganjil-genap untuk pengisian BBM diperpanjang hingga 23 Oktober 2026. Namun, kebijakan itu dapat dievaluasi lebih awal dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan.
"Kami di daerah akan membantu pelaksanaan tugas Pertamina di lapangan," tambah Koster.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra mengatakan perusahaan terus memperkuat pasokan, termasuk melalui kedatangan kargo Pertamax dan penjadwalan tambahan pengiriman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Upaya tersebut tidak hanya menyasar SPBU, tetapi juga Pertashop yang melayani kebutuhan BBM masyarakat di berbagai lokasi.
"Tidak hanya pasokan di SPBU, pasokan untuk Pertamax di Pertashop pun akan kita maksimalkan," ujar Ega.
Penguatan distribusi juga dilakukan Pertamina di sejumlah wilayah lain di Indonesia dengan menyesuaikan pola pengangkutan terhadap kondisi geografis dan tantangan logistik setempat.
Di sejumlah wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera, pendangkalan sungai akibat kondisi cuaca memengaruhi akses kapal pengangkut BBM berukuran besar. Untuk mengantisipasi hambatan tersebut, Pertamina menyesuaikan pola distribusi, termasuk mengoptimalkan jalur darat sebagai alternatif pengangkutan.
Bahlil menegaskan ketahanan stok BBM secara nasional masih terjaga. Cadangan Pertalite berada pada kisaran 16 hingga 18 hari, sedangkan cadangan jenis BBM lainnya tersedia untuk lebih dari 20 hari.
"Secara cadangan nasional tidak ada yang perlu kita khawatirkan. Sekarang distribusinya yang kita perlancar," ujar Bahlil.
Simon menambahkan, penguatan distribusi di berbagai wilayah merupakan bagian dari upaya memastikan ketersediaan dan akses energi bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi nasional.
Simon juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kodam Udayana, Polda Bali, dan seluruh pihak yang mendukung pemulihan distribusi BBM. Dukungan tersebut mencakup pengaturan pelayanan SPBU, penguraian antrean, hingga kelancaran operasional distribusi.
Pertamina turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang sempat terjadi selama proses pemulihan layanan.
"Terima kasih atas dukungan dan pengertian seluruh masyarakat Bali. Kami terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar pelayanan energi kepada masyarakat semakin baik," ujar Simon.
Pertamina menyatakan akan terus memantau kebutuhan energi di berbagai daerah, mengoptimalkan infrastruktur dan armada distribusi, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga ketahanan energi nasional.
(ory/ory)