Rupiah Bangkit ke Rp18.029 per Dolar AS Pagi Ini

CNN Indonesia
Selasa, 20 Okt 2026 09:35 WIB
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Jumat (16/10/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat pagi melemah 83 poin atau 0,46
Kurs rupiah dibuka di Rp18.029 per dolar AS pada Selasa (20/10) pagi, menguat 17 poin atau 0,09 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di level Rp18.029 per dolar AS pada perdagangan Selasa (20/10) pagi. Mata uang Garuda menguat 17 poin atau 0,09 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Sejumlah mata uang menguat, di antaranya yuan China sebesar 0,04 persen, peso Filipina 0,04 persen, ringgit Malaysia 0,02 persen, dolar Singapura 0,02 persen, yen Jepang 0,01 persen, dan won Korea Selatan 0,29 persen.

Sementara itu, dolar Hong Kong bergerak datar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di pasar mata uang negara maju, euro Eropa menguat 0,06 persen dan poundsterling Inggris naik 0,11 persen.

Sementara, dolar Australia melemah 0,06 persen. Adapun dolar Kanada menguat 0,13 persen dan franc Swiss terapresiasi 0,15 persen terhadap dolar AS.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah masih menghadapi ketidakpastian. Namun, langkah pemerintah yang antara lain mengeluarkan seluruh saham berkategori konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholder Concentration/HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). diharapkan dapat memberikan sentimen positif dan menopang pergerakan rupiah.

"Meski masih penuh ketidakpastian, langkah pemerintah, di antaranya mengeluarkan saham HSC dari IHSG, diharapkan bisa memberikan sentimen positif dan dukungan terhadap rupiah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Di sisi lain, ia menilai faktor eksternal masih berpotensi menekan rupiah, terutama eskalasi konflik di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina yang mendorong kenaikan harga minyak mentah.

"Faktor eksternal, seperti eskalasi di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan harga minyak mentah terus naik, akan kembali memberikan tekanan terhadap rupiah," katanya.

Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.950 hingga Rp18.100 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

[Gambas:Video CNN]

(lau/pta)