Dukung Asta Cita, BRI Perluas Pembiayaan dan Pemberdayaan UMKM

BRI | CNN Indonesia
Selasa, 20 Okt 2026 13:35 WIB
Foto: Arsip BRI
Jakarta, CNN Indonesia --

Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada 20 Oktober 2026, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat kontribusinya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Sejalan dengan agenda pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita, BRI mengakselerasi berbagai program untuk memperluas akses pembiayaan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pemerataan ekonomi hingga tingkat desa.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi momentum bagi perseroan untuk menyelaraskan strategi bisnis dengan prioritas pembangunan nasional, terutama dalam memperkuat fondasi ekonomi masyarakat.

Hery menyebut, pemerintah telah menempatkan penguatan ekonomi kerakyatan, ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, dan pemerataan pembangunan sebagai prioritas nasional.

"Kami terus memastikan bahwa berbagai program pemerintah dapat diterjemahkan menjadi akses pembiayaan, pemberdayaan, dan layanan keuangan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM," ujar Hery.

Dukungan BRI terhadap Asta Cita diwujudkan melalui sejumlah program pembiayaan dan pemberdayaan.

1. Penyaluran Kredit UMKM Tembus Rp1.235,4 Triliun

Dukungan BRI terhadap ekonomi kerakyatan tercermin dari besarnya pembiayaan yang disalurkan kepada pelaku UMKM. Hingga akhir triwulan II 2026, portofolio kredit UMKM BRI mencapai Rp1.235,4 triliun, tumbuh 8,6 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY).

Nilai tersebut setara dengan sekitar 75,1 persen dari total portofolio kredit perseroan. Capaian ini menegaskan posisi UMKM sebagai salah satu segmen utama pembiayaan BRI dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui pembiayaan tersebut, BRI berupaya memperluas kesempatan pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing di tengah dinamika perekonomian.

2. Perkuat Ketahanan Pangan

BRI turut memperkuat ketahanan pangan nasional dengan memperluas akses pembiayaan produktif bagi pelaku usaha di sektor pertanian. Hingga akhir triwulan II 2026, pembiayaan BRI ke sektor tersebut mencapai Rp239,46 triliun.

Langkah ini sejalan dengan Asta Cita kedua pemerintah, terutama dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Melalui akses permodalan yang lebih luas, BRI mendorong petani meningkatkan produktivitas, mengembangkan usaha, dan mengoptimalkan hasil produksi. Pembiayaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian.

3. Salurkan KUR Rp167,01 Triliun

Dukungan BRI terhadap penguatan ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan juga tercermin melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Hingga akhir September 2026, realisasi penyaluran KUR BRI mencapai Rp167,01 triliun kepada 2,7 juta debitur. Jumlah tersebut setara dengan 87,9 persen dari total alokasi KUR BRI pada 2026 sebesar Rp190 triliun.

Dari total penyaluran tersebut, sebesar Rp114,76 triliun atau 68,71 persen diarahkan ke sektor produksi. Sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi penerima porsi terbesar, yakni mencapai 42,82 persen.

Penyaluran pembiayaan ke sektor produktif diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan dan mengembangkan usaha rakyat.

4. Holding Ultra Mikro Buka Peluang Ekonomi Jutaan Masyarakat

BRI juga mendukung pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui Holding Ultra Mikro yang melibatkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian.

Ekosistem ini dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sekaligus memberikan pendampingan usaha sesuai kebutuhan dan perkembangan bisnis nasabah.

Melalui pendekatan tersebut, pelaku usaha ultra mikro diharapkan dapat mengembangkan kapasitas usaha dan meningkatkan produktivitas hingga mampu naik kelas. Dengan demikian, mereka memiliki kesempatan lebih besar untuk mengakses pembiayaan serta layanan keuangan yang lebih luas.

Hingga triwulan II 2026, Holding Ultra Mikro telah melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro. Sinergi ini juga mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas.

Capaian tersebut mencerminkan upaya memperluas akses keuangan, sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan skala bisnis dan daya saing.

5. Perkuat Daya Saing UMKM

Selain menyediakan pembiayaan, BRI menjalankan berbagai program pemberdayaan untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dan memperkuat ekonomi desa. Program tersebut mencakup pengembangan usaha, penguatan kelembagaan, digitalisasi, hingga perluasan akses pasar.

Hingga September 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 6.351 desa di seluruh Indonesia. Sementara itu, melalui program KlasterkuHidupku, BRI telah mengembangkan lebih dari 45 ribu klaster usaha untuk membangun ekosistem bisnis produktif berbasis komunitas.

Upaya pemberdayaan juga dilakukan melalui linkUMKM by BRI yang telah dimanfaatkan lebih dari 17,6 juta pelaku UMKM.

Di sisi lain, BRI memiliki 54 Rumah BUMN yang telah menyelenggarakan lebih dari 19.525 pelatihan dengan sekitar 654.351 UMKM terdaftar.

(Foto: Arsip BRI)

6. Perluas Akses Perumahan Rakyat

Kontribusi BRI dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga diwujudkan melalui dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah.

Hingga September 2026, penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi BRI mencapai Rp19,81 triliun kepada lebih dari 144 ribu debitur.

Pembiayaan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mendominasi penyaluran tersebut dengan porsi 98 persen, menjangkau sekitar 141 ribu penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Sepanjang 2026, realisasi penyaluran FLPP BRI mencapai 28.084 unit, tumbuh 22,58 persen secara tahunan. Capaian ini mencerminkan peningkatan dukungan pembiayaan rumah subsidi untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.

Selain membantu masyarakat memiliki rumah, BRI turut mendukung pengembangan ekosistem perumahan melalui Kredit Program Perumahan (KPP).

Hingga akhir September 2026, realisasi penyaluran KPP BRI mencapai Rp12,60 triliun atau 90,05 persen dari target sepanjang 2026.

7. Optimalkan BRILink Agen Dukung Koperasi Merah Putih di Desa

BRI turut mendukung pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) melalui optimalisasi jaringan BRILink Agen. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung agenda pemerataan ekonomi pemerintah, terutama dalam memperkuat kegiatan ekonomi di tingkat desa.

Keberadaan BRILink Agen memungkinkan masyarakat mengakses berbagai layanan keuangan tanpa harus selalu mendatangi kantor bank, meliputi setor dan tarik tunai, transfer, serta pembayaran tagihan.

Jaringan ini juga memfasilitasi akses terhadap produk simpanan dan pembiayaan melalui mekanisme rujukan atau referral sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan memanfaatkan jaringan yang tersebar di berbagai wilayah, BRI berupaya memperluas jangkauan layanan keuangan formal sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa.

8. Siap Dukung Pembukaan Rekening Masyarakat

BRI menyatakan kesiapan mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas kepemilikan rekening perbankan bagi masyarakat Indonesia.

Upaya ini menjadi bagian dari penguatan inklusi dan literasi keuangan, sekaligus mendorong masyarakat agar semakin terhubung dengan ekosistem keuangan formal.

Perluasan kepemilikan rekening dinilai dapat menjadi fondasi untuk meningkatkan inklusi keuangan sekaligus memperkuat efektivitas pelaksanaan berbagai program pemerintah.

Dengan semakin banyak masyarakat yang memiliki akses ke layanan perbankan, penyaluran program pemerintah diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, transparan, dan efisien.

BRI akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

"BRI berkomitmen memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi memberikan dampak nyata terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat," pungkas Hery.

(ory/ory)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK