Rupiah Menguat ke Rp17.992 per Dolar AS Selasa Sore

CNN Indonesia
Selasa, 20 Okt 2026 16:23 WIB
Warga menukarkan uang di Money Changer, Kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (20/1/2026). (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Analis sebut penguatan rupiah terjadi di tengah membaiknya sentimen risiko di pasar domestik, seiring redanya kekhawatiran akan ancaman MSCI. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa (20/10) sore. Mata uang Garuda berada di level Rp17.992 per dolar AS, menguat 54 poin atau 0,30 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Penguatan rupiah terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Sejumlah mata uang turut menguat, yakni yuan China sebesar 0,06 persen, dolar Singapura 0,09 persen, yen Jepang 0,18 persen, dan won Korea Selatan 0,45 persen. Sementara itu, dolar Hong Kong bergerak datar.

Di sisi lain, peso Filipina melemah 0,01 persen dan ringgit Malaysia terdepresiasi 0,02 persen terhadap dolar AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, mata uang utama negara maju kompak menguat terhadap dolar AS. Euro Eropa naik 0,16 persen, poundsterling Inggris menguat 0,33 persen, dolar Australia terapresiasi 0,23 persen, dolar Kanada menguat 0,36 persen, dan franc Swiss naik 0,19 persen.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah ditutup menguat di tengah membaiknya sentimen risiko di pasar domestik, seiring meredanya kekhawatiran terkait ancaman penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia.

"Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS di tengah sentimen risk-on domestik, menyusul meredanya kekhawatiran seputar ancaman penurunan klasifikasi pasar ekuitas Indonesia," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Selasa (20/10).

Menurutnya, investor juga mengantisipasi kemungkinan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (21/10).

Namun, kenaikan harga minyak mentah turut membatasi penguatan rupiah. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kembali naik mendekati US$100 per barel sehingga berpotensi menambah tekanan terhadap mata uang Garuda.

[Gambas:Youtube]

(lau/ins)