Perusahaan Afiliasi Terduga Picu Karhutla oleh Singapura Buka Suara

CNN Indonesia
Selasa, 20 Okt 2026 19:22 WIB
People visit the Supertree Grove at Gardens by the Bay on a hazy day in Singapore on October 8, 2026. Toxic haze has shrouded parts of Indonesia, Malaysia and Singapore for weeks as Jakarta struggles to contain fires that have scorched large tracts o
Perusahaan terduga penyebab kebakaran hutan di Indonesia merespons peringatan Singapura. NEA mengidentifikasi tujuh perusahaan terkait karhutla. (FOTO:AFP/ANTHONY WALLACE).
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan yang terafiliasi dengan entitas terduga pemicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia buka suara. Ini menyusul pernyataan pemerintah Singapura yang sebelumnya merilis daftar perusahaan diduga penyebab karhutla.  

Langkah ini merespons tindakan Badan Lingkungan Nasional Singapura (National Environment Agency/NEA) yang menerbitkan surat peringatan kepada tujuh perusahaan pada Jumat (16/10) lalu.

Melalui analisis peta, data meteorologi, dan citra satelit, NEA mewajibkan perusahaan-perusahaan tersebut untuk mencegah penyebaran api dan menyerahkan rencana detail pengendalian situasi di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua dari tujuh perusahaan penerima surat tersebut adalah PT Bumi Andalas Permai dan PT Bumi Mekar Hijau yang mengoperasikan perkebunan di Sumatra Selatan.

Keduanya tercatat sebagai pemasok untuk APP Group, salah satu raksasa industri yang bergerak di bidang pulp dan kertas.

Berdasarkan laporan Bloomberg pada Jumat (16/10), manajemen APP dalam pernyataan resminya pada Sabtu (17/10) menegaskan seluruh pemasoknya mematuhi kebijakan tanpa pembakaran (zero-burning policy).

[Gambas:Youtube]

Sementara itu, perwakilan dari PT Bumi Mekar Hijau dan PT Bumi Andalas Permai tak memberi tanggapan saat dihubungi melalui panggilan telepon.

Secara terpisah, bursa saham Singapura meminta perusahaan-perusahaan tercatat yang memiliki kegiatan pertanian dan perkebunan di Indonesia memberikan penjelasan mengenai kebakaran hutan dan lahan gambut.

Menjawab desakan tersebut, Kencana Agri Ltd. dan Bumitama Agri Ltd. mengonfirmasi kepada otoritas bursa bahwa api memang telah meluas masuk ke wilayah konsesi mereka dan tim perusahaan tengah berupaya memadamkannya.

Wilmar International Ltd. juga melaporkan telah berhasil memadamkan sejumlah titik api kecil di area konsesinya, sembari menegaskan sumber api tersebut berasal dari luar area perkebunan mereka.

Adapun Golden Agri-Resources Ltd. memberikan pernyataan berbeda dengan mengklaim sejauh ini tidak ada bukti yang menunjukkan kegiatan operasional mereka menjadi penyebab atau berkontribusi terhadap kabut asap tersebut.

Terbaru, NEA pada Senin (19/10) kembali merilis tiga perusahaan lagi yang terindikasi terlibat dalam karhutla yang asapnya diyakini mencapai Singapura.

Menteri Lingkungan Hidup Singapura Grace Fu mengatakan tiga perusahaan baru yang terindikasi oleh Singapura itu berlokasi di Kalimantan. Ia juga mengatakan tujuh perusahaan yang diungkap sebelumnya belum memberikan respons kepada NEA, dilansir dari Channel News Asia (CNA).

Berikut nama-nama perusahaan tersebut:

  1. PT Bumi Andalas Permai;
  2. PT Bumi Mekar Hijau;
  3. PT Paramitra Mulia Langgeng;
  4. PT Sumatera Alam Anugerah;
  5. PT SBA Wood Industries;
  6. PT Hutan Lestari Raya;
  7. PT Bangkanesia;
  8. PT Buana Megatama Jaya;
  9. PT Mananjung Hayak; 
  10. PT Baratama Putra Perkasa.

(dhz/ins)