Bahas MSCI Bareng Prabowo, DEN Ingin Reformasi Pasar Modal Dilanjutkan

CNN Indonesia
Selasa, 20 Okt 2026 20:52 WIB
CNN Indonesia Financial Forum 2026, Marie Elka Pangestu
Dewan Ekonomi Nasional (DEN) meminta reformasi pasar modal RI dilanjutkan dalam rapat bersama jajaran ekonomi pemerintah di Istana Kepresidenan, Selasa (20/10). (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) meminta reformasi pasar modal Indonesia dilanjutkan dan penegakan hukum terhadap dugaan pelanggaran diperkuat menyusul ancaman perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Rekomendasi tersebut disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat bersama jajaran ekonomi pemerintah di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu mengatakan regulator memiliki dasar hukum untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran di pasar modal. Menurutnya, langkah perbaikan yang telah diumumkan otoritas juga perlu terus dijalankan agar tata kelola pasar saham semakin baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mengenai MSCI, kita memberi saran untuk melanjutkan reformasi pasar modal yang memang sudah dijalankan dan melanjutkan enforcement oleh regulator yang memang juga sudah diumumkan, karena undang-undang kita memang sudah memberikan ruang untuk melakukan langkah-langkah yang tegas terkait itu," kata Mari dalam keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (20/10).

Dalam kesempatan itu, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan membenarkan persoalan MSCI turut dilaporkan kepada Sang Kepala Negara dalam pertemuan tersebut. Namun, ia tak merinci lebih lanjut arahan Prabowo maupun langkah lanjutan yang dibahas terkait persoalan pasar modal.

"Kemudian juga mengenai MSCI kita juga tadi laporkan (ke Presiden Prabowo)," ujar Luhut.

MSCI pada 15 Oktober 2026 mengumumkan konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia dari kategori pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar mandiri (standalone market). Keputusan final dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.

Kemudian, MSCI menilai reformasi pasar saham Indonesia belum menunjukkan kemajuan yang konsisten. Lembaga penyedia indeks global itu menyoroti ketidakjelasan struktur kepemilikan saham, dugaan perdagangan terkoordinasi, serta belum adanya bukti penegakan aturan yang dinilai berdampak signifikan dan berkelanjutan.

Selanjutnya, MSCI menyatakan usulan perubahan klasifikasi dapat ditinjau kembali apabila terdapat bukti jelas mengenai perbaikan tata kelola dan fungsi pasar.

Pengumuman tersebut memicu tekanan tajam di pasar saham domestik. IHSG anjlok 11,57 persen ke level 5.185 pada penutupan perdagangan Jumat (16/10), turun 678,67 poin dibandingkan penutupan sebelumnya.

Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan sempat menghentikan sementara perdagangan selama 30 menit setelah indeks merosot lebih dari 8 persen pada awal perdagangan.

Adapun status Indonesia sendiri belum berubah karena proses konsultasi MSCI masih berlangsung.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)